Presiden RI Prabowo Subianto saat meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. (ist)
menitindonesia, NGANJUK – Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Dalam sambutannya, Prabowo menyebut peresmian tersebut sebagai tonggak bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia. Menurutnya, capaian itu menjadi prestasi besar yang jarang ditemukan di negara lain.
“Saudara-saudara sekalian, saya memandang peristiwa hari ini adalah hari yang penting. Ini adalah tonggak bersejarah saya kira. Kalau dicari di negara-negara lain sejarah bangsa kita, ada suatu negara, suatu pemerintahan yang meresmikan operasionalisasi 1.000 lebih koperasi,” ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan, koperasi yang diresmikan bukan sekadar bangunan kosong. Seluruhnya telah dilengkapi sistem operasional dan infrastruktur pendukung yang siap digunakan masyarakat.
“Secara fisik, gedungnya ada, sistemnya ada, barangnya ada, petugasnya ada, unsur-unsur logistiknya ada. Ada truk, ada pick up, ada kendaraan tiga roda. Saya kira hari ini cukup penting,” tegasnya.
Menurut Prabowo, pencapaian tersebut berhasil diwujudkan dalam waktu singkat. Dalam tujuh bulan terakhir, pemerintah mampu mengoperasikan lebih dari seribu koperasi desa.
Ia bahkan mengungkapkan, secara fisik pemerintah telah menyiapkan lebih dari 9.000 gedung dan sistem koperasi di berbagai daerah di Indonesia.
“Dalam 7 bulan kita bisa operasionalkan 1.061 koperasi, tetapi tadi dilaporkan oleh Menko Pangan secara fisik yang sudah siap adalah lebih dari 9.000 gedung, 9.000 gudang dan 9.000 sistem,” katanya.
Prabowo menjelaskan, koperasi desa dirancang menjadi motor penggerak ekonomi rakyat yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Mulai dari distribusi sembako, pupuk subsidi, gas elpiji, kredit murah, layanan logistik, penyaluran bantuan pemerintah, hingga penyerapan gabah petani dan penyediaan apotek obat murah.
“Ini adalah kegiatan-kegiatan koperasi merah putih. Ada sembako yang dijual, termasuk subsidi, juga penyalur gas, penyalur pupuk subsidi, kredit murah, layanan logistik bekerja sama dengan Pos Indonesia, penyalur bantuan pemerintah, menyerap gabah petani dan juga akan ada apotek obat murah,” jelas Presiden.
Dengan fondasi tersebut, Prabowo mengajak masyarakat meninggalkan mental rendah diri dan mulai percaya terhadap kemampuan bangsa sendiri.
“Kita tidak boleh jadi bangsa yang kalah. Kita harus jadi bangsa yang menang dan kita akan menang, kita akan kuat, kita akan bangkit,” tegasnya.
Optimisme itu, lanjut Prabowo, menjadi dasar pemerintah memasang target lebih besar dalam pengembangan koperasi nasional.
Ia mengungkapkan, pemerintah menargetkan peresmian 30 ribu koperasi berikutnya pada Agustus mendatang.
“Dari 1.000 ini dilaporkan kepada saya bahwa pada bulan Agustus kita akan lompat meresmikan 30.000 koperasi,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Prabowo menegaskan seluruh program tersebut berpijak pada prinsip ekonomi kekeluargaan sebagai fondasi pembangunan nasional.
Menurutnya, pembangunan ekonomi harus dijalankan secara gotong royong, di mana pelaku usaha besar hingga UMKM dapat tumbuh bersama dan saling menguatkan.