menitindonesia, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui detail anggaran bantuan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang disebut mencapai sekitar Rp 100 miliar.
Hal itu disampaikan Purbaya usai melaksanakan Salat Idul Adha di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Rabu (27/5/2026).
“Saya nggak tahu masalah itu. Saya cek, saya nggak tahu,” ujar Purbaya kepada wartawan.
Purbaya meminta agar penjelasan lebih lanjut terkait anggaran pengadaan sapi kurban Presiden ditanyakan langsung kepada Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).
Menurutnya, anggaran tersebut kemungkinan berada di bawah kewenangan kementerian tersebut.
“Tanya Mensesneg. Saya rasa si uang mereka sendiri,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro mengungkapkan bahwa anggaran bantuan sapi kurban Presiden berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui bantuan kemasyarakatan Presiden.
“Jadi, sumber anggarannya dari APBN melalui anggaran bantuan Presiden, bantuan kemasyarakatan Presiden,” ujar Juri di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Ia menyebut total anggaran yang digelontorkan untuk program bantuan sapi kurban Presiden tahun ini mencapai sekitar Rp 100 miliar.
“Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp 100-an miliar, Rp 100 miliar,” katanya.
Juri menjelaskan, pemerintah menyesuaikan harga sapi kurban di setiap daerah sehingga besaran anggaran berbeda tergantung wilayah penyaluran.
Pada Idul Adha 1447 Hijriah, Presiden Prabowo Subianto menyalurkan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban ke berbagai daerah di Indonesia.
Sebanyak 598 ekor sapi disalurkan ke 552 daerah yang terdiri atas 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.
Sementara 500 ekor sapi lainnya diberikan kepada lembaga pendidikan dan pondok pesantren di sejumlah wilayah.
Program bantuan sapi kurban Presiden tersebut menjadi bagian dari bantuan kemasyarakatan pemerintah pada momentum Hari Raya Idul Adha.