Kunjungan Turis Asing ke Sulsel Melonjak 132 Persen, Hunian Hotel Ikut Terdongkrak

Wisatawan Asing berfoto bersama di kawasan objek wisata Rammang-Rammang, Maros. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR — Sektor pariwisata Sulawesi Selatan menunjukkan tren menggembirakan pada awal 2026. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melonjak signifikan dan menjadi penopang utama pertumbuhan industri pariwisata di tengah menurunnya pergerakan wisatawan domestik.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan per April 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1.922 kunjungan. Angka tersebut melonjak 132,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Lonjakan ini menjadi sinyal kuat meningkatnya daya tarik destinasi wisata Sulawesi Selatan di pasar internasional. Pertumbuhan kunjungan wisatawan asing juga memberikan dampak positif terhadap sektor pendukung, terutama industri perhotelan.
BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sulawesi Selatan pada April 2026 mencapai 45,19 persen. Angka tersebut naik 3,51 poin persentase dibandingkan April 2025.

BACA JUGA:
Pemprov Sulsel Luruskan Informasi Rp705 Miliar, Sebut Sebagian Sudah Masuk Tahap Penyelesaian

Kenaikan tingkat hunian hotel menunjukkan meningkatnya aktivitas wisata dan perjalanan bisnis yang turut mendorong pergerakan ekonomi daerah.
Namun di balik pertumbuhan pasar internasional, sektor pariwisata Sulawesi Selatan masih menghadapi tantangan dari pasar domestik.
Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Sulawesi Selatan tercatat sebanyak 3,57 juta perjalanan sepanjang April 2026. Angka tersebut turun 19,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan serupa juga terjadi pada perjalanan wisatawan nasional (wisnas) melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Sepanjang April 2026 tercatat 8.166 perjalanan atau turun 27,23 persen secara tahunan.
Data tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan pariwisata Sulawesi Selatan saat ini lebih banyak ditopang oleh meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara, sementara pasar domestik masih mengalami perlambatan akibat menurunnya mobilitas wisatawan.
Meski demikian, peningkatan kunjungan wisatawan asing menjadi modal penting bagi Sulawesi Selatan untuk menjaga momentum pertumbuhan sektor pariwisata. Selain memperkuat industri perhotelan, tren positif ini juga berpotensi mendorong sektor jasa, transportasi, kuliner, hingga ekonomi kreatif yang selama ini menjadi bagian dari rantai industri pariwisata daerah.
Dengan tren kunjungan internasional yang terus meningkat, Sulawesi Selatan dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan di kawasan timur Indonesia.