Pemkot Makassar Gandeng BMKG, Informasi Cuaca Segera Terintegrasi di Lontara Plus

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat menerima audiensi jajaran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah IV Makassar. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat fungsi Superapps Lontara Plus sebagai pusat layanan dan informasi publik. Salah satu langkah terbaru yang disiapkan adalah menghadirkan layanan prakiraan cuaca BMKG langsung di dalam aplikasi tersebut.
Rencana itu mengemuka saat Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menerima audiensi jajaran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dipimpin Kepala Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Kamis (18/6/2026).
Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga membahas program Sekolah Lapang Cuaca Nelayan yang akan digelar BMKG Maritim. Namun di sela diskusi, Munafri menawarkan kolaborasi yang lebih luas melalui integrasi layanan informasi cuaca BMKG ke dalam Superapps Lontara Plus.
Menurut Munafri, kehadiran informasi cuaca harian dalam aplikasi milik Pemkot Makassar akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama nelayan dan warga yang beraktivitas di kawasan pesisir.

BACA JUGA:
Kepesertaan JKN Makassar Tembus 99,81 Persen, Aliyah: Perlindungan Kesehatan Harus Merata

Ia menilai akses informasi cuaca yang cepat dan mudah dapat membantu masyarakat dalam mengambil keputusan serta mengantisipasi potensi cuaca ekstrem.
“Akan sangat bermanfaat jika kita bisa memasukkan informasi perkiraan cuaca setiap hari ke dalam Lontara Plus,” ujar Munafri.
Wali kota yang akrab disapa Appi itu mengatakan, Lontara Plus dirancang sebagai platform layanan publik terpadu yang memudahkan masyarakat mengakses berbagai informasi dan layanan pemerintah dalam satu aplikasi.
Karena itu, integrasi data cuaca BMKG dinilai dapat memperkaya fitur aplikasi sekaligus memperkuat transformasi digital pelayanan publik yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Makassar.
“Semakin banyak layanan yang terintegrasi, semakin mudah masyarakat mendapatkan informasi yang mereka butuhkan melalui satu platform,” katanya.
Menanggapi usulan tersebut, Kepala Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, menyambut positif rencana kolaborasi itu. Ia memastikan secara teknis sistem informasi BMKG sangat memungkinkan untuk diintegrasikan dengan aplikasi milik Pemerintah Kota Makassar.
Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini membuat sinkronisasi data antarsistem dapat dilakukan dengan mudah, termasuk proses transfer pengetahuan kepada operator yang akan mengelola layanan tersebut.
“Dengan teknologi yang ada sekarang bisa kompatibel dan juga bisa ditransfer pengetahuannya oleh tim kami dari BMKG kepada operator yang ada di Pemerintah Kota Makassar. Saya rasa ini tinggal sinkronisasi saja secara link maupun aplikasi,” kata Nasrol.
Dengan rencana kolaborasi tersebut, masyarakat Makassar ke depan berpeluang mengakses informasi prakiraan cuaca BMKG secara langsung melalui Lontara Plus, tanpa harus berpindah ke platform lain.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkot Makassar menghadirkan layanan digital yang lebih lengkap, terintegrasi, dan mudah dijangkau masyarakat melalui satu aplikasi.