menitindonesia, MAKASSAR – DPRD Kota Makassar menargetkan pembangunan gedung baru mulai direalisasikan pada 2027. Persiapan proyek tersebut disebut mulai berjalan, termasuk tahap perencanaan dan proses tender.
Ketua DPRD Makassar, Supratman mengatakan pembangunan gedung baru menjadi kebutuhan setelah jumlah anggota dewan bertambah dua kali lipat, dari sebelumnya 25 kursi menjadi 50 kursi.
“Insyaallah targetnya tahun 2027. Kalau tidak salah, tahun ini sudah mulai masuk tahap perencanaan dan proses tender,” kata Supratman usai menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan doa bersama mengenang satu tahun tragedi 29 Agustus 2025 di Lapangan Tenis DPRD Makassar, Selasa (1/9/2026) malam.
Menurut Supratman, kebutuhan gedung yang lebih representatif juga berkaitan dengan bertambahnya luas lahan. Area yang sebelumnya sekitar 9.000 meter persegi kini menjadi sekitar 11.000 meter persegi.
“Yang dulunya sekitar 9.000 meter persegi kini menjadi 11.000 meter persegi. Ada penambahan luas karena kapasitas daya tampungnya harus lebih besar,” ujarnya.
Gedung lama, kata Supratman, dibangun saat jumlah anggota DPRD Makassar masih 25 orang. Kondisi itu dinilai sudah berbeda dengan kebutuhan saat ini yang harus menampung 50 anggota dewan beserta aktivitas pendukungnya.
Untuk desain gedung baru, Supratman mengaku belum mengetahui secara rinci rancangan yang akan digunakan. Namun, Sekretariat DPRD Makassar disebut telah melakukan konsultasi dengan Balai Besar perwakilan Sulawesi Selatan terkait penyusunan perencanaannya.
“Saya tidak tahu secara pasti detail desainnya. Namun, Pak Sekwan sudah banyak berkonsultasi dengan Balai Besar perwakilan Sulawesi Selatan untuk membahas perencanaan desainnya,” katanya.
Aspek keselamatan juga menjadi perhatian dalam pembangunan gedung baru. Supratman memastikan bangunan nantinya dilengkapi sistem keamanan yang lebih baik dibandingkan gedung sebelumnya.
“Pastinya. Nanti akan disediakan jalur-jalur darurat dan pintu evakuasi khusus. Fasilitas keamanannya tidak akan sama lagi dengan bangunan yang sebelumnya. Insyaallah akan lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu, DPRD Makassar kini telah kembali menggunakan gedung lama setelah proses rehabilitasi rampung. Aktivitas perkantoran disebut kembali berlangsung di gedung tersebut sejak 1 Agustus 2026.
“Alhamdulillah, per 1 Agustus kemarin kita juga sudah kembali berkantor di gedung yang lama. Gedung lama tersebut telah selesai direhabilitasi menggunakan anggaran perubahan tahun lalu,” ungkap Supratman.
Rencana pembangunan gedung baru tersebut disampaikan bertepatan dengan momentum satu tahun tragedi yang terjadi di lingkungan DPRD Makassar pada 29 Agustus 2025.
Dalam doa bersama tersebut, Supratman mengatakan DPRD Makassar ingin memastikan keluarga korban tetap mendapat perhatian dan dukungan moral.
“Bagaimanapun, ini adalah momentum sejarah yang akan selalu kita ingat sepanjang masa,” ujarnya.
Supratman juga menegaskan DPRD Makassar tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, baik melalui aksi demonstrasi maupun forum resmi.
“Namun saat ini, kami memastikan bahwa setiap aspirasi dan aksi demonstrasi dari masyarakat akan kami terima dengan baik di DPRD,” katanya.
Ia mencontohkan Komisi A dan Komisi B DPRD Makassar yang telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk menindaklanjuti sejumlah surat masuk dari masyarakat.
Langkah tersebut, menurut Supratman, menjadi bagian dari upaya DPRD Makassar menjaga komunikasi dengan warga sekaligus mengawal aspirasi masyarakat Kota Makassar.