Angkasa Pura Wilayah V Beri Bantuan Ke Penyandang Disabilitas di Momen HUT Ke-2

CEO Regional V Angkasa Pura Indonesia, Handy Heryudhitiawan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada ketua Forum Disabilitas Maros (Fordisma), Muhammadong di ruang aula SLBN Maros. (Bkr)
menitindonesia, MAROS — Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airport Wilayah V menyalurkan bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Bantuan diberikan dalam rangka memperingati HUT ke-2 perusahaan.
Penyerahan bantuan dipusatkan di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Maros dan Forum Disabilitas Maros (Fordisma), Senin (7/9/2026).
Bantuan yang diberikan terdiri dari 20 unit alat bantu dengar, 5 unit kursi roda, dan 3 unit tongkat penyangga (crutch).
Khusus di SLBN Maros, bantuan juga diberikan untuk mendukung pengembangan bakat seni siswa berupa kanvas dan canting lukis.
CEO Regional V Angkasa Pura Indonesia Handy Heryudhitiawan mengatakan dukungan terhadap pendidikan inklusif menjadi salah satu bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas.
“Untuk menuju Indonesia Emas itu, pilar pendidikan ini yang harus dipastikan. Makanya kami memilih sekolah luar biasa ini dan Forum Disabilitas Maros,” ujar Handy di lokasi kegiatan.

BACA JUGA:
Bandara Hasanuddin Tanam 70 Ribu Mangrove di Pesisir Utara Maros

Menurut Handy, bantuan peralatan seni diberikan setelah pihaknya mengetahui adanya potensi siswa SLBN Maros di bidang seni rupa.
“Kami dengar ada prestasi anak-anak yang melukis di sini, sehingga itu yang kami bantu untuk mengasah bakat mereka,” tambahnya.
Ketua Forum Disabilitas Maros, Muhammadong mengapresiasi bantuan yang diberikan InJourney Airport kepada komunitas disabilitas di Maros.
Ia mengatakan bantuan alat bantu menjadi salah satu kebutuhan yang cukup dominan bagi penyandang disabilitas di daerah tersebut.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada PT Angkasa Pura yang telah memberikan bantuan kepada teman-teman disabilitas. Mudah-mudahan Angkasa Pura ke depan semakin jaya dan sukses,” ungkap Muhammadong.
Muhammadong menyebut jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Maros mencapai kurang lebih 10 ribu jiwa.
Dari jumlah tersebut, kebutuhan yang banyak ditemukan antara lain alat bantu dengar, kursi roda, dan tongkat penyangga.
“Ada 10 ribu. Dari jumlah tersebut, kebutuhan yang paling mendominasi hingga saat ini adalah alat bantu dengar, kursi roda, dan tongkat penyangga,” ungkapnya.
Ia menegaskan pemberian alat bantu tidak bisa dilakukan sembarangan. Setiap bantuan harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan penerima.
Khusus tongkat penyangga, pihaknya terlebih dahulu menghubungi calon penerima untuk memastikan jenis alat yang dibutuhkan.
“Kalau untuk tongkat, kita harus hubungi dulu yang bersangkutan untuk memastikan jenis apa yang dibutuhkan. Jangan sampai kita kasih yang tidak sesuai, jadinya mubazir. Makanya kita kondisikan dulu,” terangnya.
Selain program sosial untuk penyandang disabilitas, InJourney Airport juga menjalankan program yang berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Salah satunya melalui program penanaman mangrove di kawasan pesisir Kabupaten Maros.
Handy mengatakan berbagai program tersebut diarahkan untuk membangun manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus menjaga lingkungan di sekitar kawasan operasional bandara.
Kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan lingkungan pun diharapkan terus diperkuat agar keberadaan operasional bandara memberikan dampak positif bagi wilayah sekitarnya.