Perkembangan Kasus OTT Diknas Sidrap, Tersangka Ahmad Siap Beberkan Dugaan Keterlibatan Bupati

Bupati Sidrap, Dolla Mando - namanya diseret kasus OTT di Diknas, Sidrap.
Kasus OTTBupati Sidrap Dolla Mando, bakal diseret-seret dalam kasus korupsi di Dinas Pendidikan Kabupaten Sidrap. Tersangka kasus OTT yang kini ditahan di Mapolda, mulai bernyanyi. Ahmad, tak mau jadi korban sendiri.
menitindonesia.com, MAKASSAR – Ahmad, salah satu dari tiga tersangka kasus OTT di Diknas Kabupaten Sidrap – sekarang dalam tahanan Mapolda Sulsel – kepada wartawan Ajatappareng dan bererapa wartawan media yang sehari-harinya pos di Mapolda Sulsel, menyatakan siap membeberkan keterlibatan Bupati Sidrap Dollah Mando dalam kasus yang menimpanya.
“Saya pasti beberkan keterlibatan Bupati Sidrap dan putranya di persidangan. Saya tidak mau jadi korban, saya ini hanya anak buah di level 4 dan saya anak buah yang patuh pada atasan,” kata Ahmad yang ditemui di tahanan Mapolda Sulsel, Rabu pagi.
Bukti Kuitansi Terima Duit Korupsi yang dibeber Ahmad
Lebih jauh, Ahmad yang PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) di Diknas Sidrap itu, bilang dirinya sudah sangat malu pada publik atau masyarakat Sidrap, khususnya kepada keluarganya, yang juga ikut malu. “Padahal saya hanya menjalankan perintah atasan. Atasan bilang ambil itu uang dan bayarkan tagihan putra Bupati, ya saya laksanakan. Ini perintah atasan,” kata Ahmad, dengan sedikit emosi.
Diceritakan oleh Ahmad, setiap menjawab pertanyaan keluarga besarnya tentang keterlibatannya, Ahmad selalu hanya mengaku apa yang dilakukannya di kantor di Pemkab Sidrap, selalu sesuai arahan, petunjuk dan perintah atasannya. Karena itu, tutur Ahmad, dirinya selalu menunjukkan bukti ke anggota keluarga besarnya dan anggota keluarga besar istrinya, bahwa dirinya patuh pada perintah atasan.
“Atasan saya bilang bayar tanah dan biaya penimbunan tanah perumahan putra Bupati Dollah Mando ke lurah Batu Lappa, dan ambil uangnya di sini. Saya laksanakan dan saya bawa uang itu ke rumah Pak Mansur – Lurah Batu Lappa – saya suruh teken kuitansi. Biasanya kepada keluarga, saya kasi copy kuintasinya, karena mereka sering kesulitan menjawab pertanyaan teman-teman atau kolega-koleganya, bagaimana keluargamu itu, terima berapa uang keluargamu itu. Keluarga saya malu tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Dan dengan copy kuintansi itu, mereka – keluarga saya itu, bisa menjawab meski tidak menghilangkan rasa malu keluarga saya di publik atau masyarakat Sidrap,” beber Ahmad berceritera.
Ahmad juga mengakui, selain memberikan copy kuitansi itu ke beberapa anggota keluarganya, Ahmad juga memberikan copy kuintansi itu, ke teman-teman wartawan di Sidrap yang banyak dikenalnya ketika dirinya menjadi Kepala Biro Humas Pemkab Sidrap.
“Sehari sebelum saya di tahan di Mapolda ini, saya berikan copy kuitansi ke beberapa teman wartawan, khususnya teman saya yang ada di Ajattapareng untuk dimuat, jika publik Sidrap hanya menyalahkan dan memojokkan saya,” aku Ahmad seraya menegaskan adalah hak dirinya melakukan pembelaan ke publik lewat media, karena publik menyalahkan dan memojokkannya.
Mengakhiri penjelasannya, karena waktu jenguk tahanan hampir habis, kepada wartawan yang menemuinya, Ahmad membagikan copy kuitansi yang aslinya dipegang oleh atasan Ahmad, sebagai laporan Ahmad telah menjalankan tugas atasan dengan baik. “Di penyidik yang memeriksa saya di Polda Sulsel juga ada. Dan bukan hanya satu kuitansi itu, ada beberapa kuitansi dan bukti lainnya,” tambahnya lagi seraya mengakui, kalau itu baru satu kuitansi yang dibeberkannya. (Moel)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini