PKS Masih Bersama Maros Unggul, Kartomas: Sisah Tunggu Rekomendasi Presiden PKS

Kartomas, S.Ag - Ketua DPD PKS Kabupaten Maros

Pilkada Maros 2020 Arah dukungan PKS di Pilkada Maros 2020, belum bergeser. Surat Tugas yang telah diberikan kepada pasangan Harmil Matotorang-Ilham Nadjamuddin, masih berlaku hingga terbitnya remomendasi model B1-KWK. Karena belum terbit, PKS Maros masih mengendorse pasangan Harmil-Ilham yang bertagline Maros Unggul itu.

menitindonesia.com, MAROS – Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Maros, Kartomas, S.Ag, menanggapi santernya issu soal arah dukungan PKS yang telah bergeser dari pasangan Maros Unggul (Harmil-Ilham).

Kartomas bilang, sejak bulan Februari 2020 lalu, Harmil Matotorang-Ilham Nadjamuddin, telah menerima surat tugas yang diteken Presiden PKS Mohammad Sohibul Imam dan Sekretaris Jenderal Mustafa Kamal. “Sejak diterimanya surat tugas tersebut, PKS belum mengubah arah dukungannya,” ujar Kartomas.

1 1 1 1 1 a aharmil ilhampks
Surat Tugas PKS yang diserahkan kepada Harmil Matotorang-Ilham Nadjamuddin masih berlaku, sisah menunggu rekomendasi final. (foto:doc-kartomas)

Namun, Kartomas mengakui, jika sampai menit ini, pasangan Harmil-Ilham belum mendapatkan rekomendasi model B1-KWK sebagai bekal mendaftarkan pasangan calon di KPU nanti. Jika rekomendasi lanjutan DPP PKS sudah terbit, kata Kartomas, maka PKS yang mengontrol dua kursi di DPRD Maros, akan mencukupkan koalisi Nasdem yang memiliki 5 kursi di DPRD.

Soal adanya issu PKS bakal bergeser ke calon lain, menurut Kartomas, belum ada petunjuk ke arah pergeseran dukungan. Proses penjaringan sudah dilalui di tingkat Kabupaten dan Provinsi.

“Pasangan Maros Unggul sudah diberikan surat tugas yang diserahkan kepada Harmil Matotorang-Ilham Nadjamuddin Februati lalu oleh Ketua DPW PKS Sulawesi Selatan, mewakili Sohibul Imam,” ujar Karto.

Jika ada calon yang mengklaim usungan PKS, menurut Kartomas, itu urusannya dengan DPP PKS. Namun, Karto bilang, proses pengalihan dukungan mesti lewat DPD PKS Maros, tidak boleh calon nyelonong ke DPP. “Jadi sampai saat ini, belum ada perintah dari DPP mengurus calon selain Harmil-Ilham,” terang Kartomas, tegas. (andiesse)