Peserta Ketahuan Positif Corona, Rapat DPRD Kabupaten Bekasi Bubar

Ruangan Rapat DPRD Kabupaten Bekasi.
Rapat bubar tanpa diskorsing Kejadian menegangkan terjadi saat rapat DPRD Kabupaten Bekasoi, Jumat (25/09) kemarin. Rapat terpaksa bubar gara-gara dua staf Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupten Bekasi, ketahuan positif COVID-19.
menitindonesia.com, BEKASI – Rapat pembahasan percepatan jaringan komunikasi di Kabupaten Bekasi tiba-tiba kacau balau. Dua staf Diskominfo yang mengikuti rapat, tiba-tiba dijemput petugas medis di ruang rapat.
Rupanya, kedua staf tersebut, baru saja ketahuan hasil test swabnya positif terkonfirmasi corona virus disease 19 (Covid-19). Anggota Dewan yang mengikuti rapat tersebut kocar-kacir dan panik. Rapat pun bubar dengan sendirinya.
Bagaimana tidak, petugas medis yang datang menggunakan APD lengkap sambil menunjukkan surat keterangan bahwa dua orang staf Diskominfo yang sedang mengikuti rapat bersama Anggota Dewan dinyatakan positif corona.
“Memang, kedua staf Diskominfo tersebut diundang jadi dia dateng, belum ketahuan (sebelum rapat) kalau keduanya positif COVID-19. Setelah ketahuan dia dijemput saat mengikuti rapat karena dia positif,” kata Sekretaris DPRD Kabupaten Bekasi, Herman Hanafi, kepada wartawan Sabtu (26/9), siang.
Herman bilang, karena panik seketika para peserta rapat langsung bubar. Petugas pun segera menyemprot ruangan dengan disinfektan. Tapi saat itu, kata Herman, dia tidak berada di lokasi. Ia mengaku berada di ruang yang terpisah.
“Saya juga lagi rapat di ruangan yang lain, jadi enggak tahu di dalamnya seperti apa, yang saya tahu peserta rapat bubar terus ruangan rapat disemprot pakai disinfektan,” ujar Herman.
Dengan adanya peristiwa tersebut, DPRD Kabupaten Bekasi akan menjadwalkan tes swab bagi seluruh anggota pada Rabu (30/9). Termasuk wartawan yang kerap meliput di DPRD Kabupaten Bekasi.
Meski demikian, pihak DPRD belum memutuskan apakah akan menerapkan sistem bekerja dari rumah (WFH). Keputusan itu diambil setelah DPRD Bekasi mengetahui hasil swab massal nanti.
“Jadwal kan kita sudah susun, kalau tidak ada apa-apa kita lanjut, kalau ada yang positif dari hasil swab nanti ya baru kita WFH atau apa. Ya mudah mudahan tidak ada apa-apa ya,” ujar Herman. (andiesse)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini