Mahasiswi: Nico-Victor Ubah Tator Tak Seperti Dulu Lagi

Rantika, Mahasiswi di Makale.
Tator pernah terbelakang – Lima Tahun lalu (2015) masyarakat Tana Toraja bangkit: mengubah jalan cerita Tator. Yang dulu menderita dan sakit-sakitan, berubah menjadi lancar dan sehat. “Kita bodoh kalau mau kembali ke zaman susah,” kata Novita.
menitindonesia, MAKALE – Pelajar, anak milenial dan mahasiswi di Tana Toraja merasa bangga dengan capaian pembangunan di Tana Toraja. Beda dengan kondisi Tator lima tahun sebelumnya, yang sangat terbelakang, kumuh dan jauh dari harapan. “Dulu, jangankan punya bandara, punya jalan bagus saja seperti kita mimpi,” kata Rantika, mahasiswi yang tinggal di Lembang Le’tek, Tator, Selasa (27/10/2020).
Rantika mengapresiasi kinerja Bupati Nicodemus Biringkanae dan Wakil Bupati Victor Datuan Batara. Dia membandingkan dengan capaian pemimpin sebelumnya, yang dia anggap, tak berbuat sesuatu untuk Tator.
“Dulu kalau ke Makale, harus berangkat subuh. Sekarang biarpun pagi tidak masalah lagi karena transportasi sudah lancar,” ujar Rantika, mahasiswi yang tinggal di Lembang Le’tek.
Ia menuturkan, lima tahun lalu orang di Tator banyak yang menderita. “Dulu ada pemerintah (bupati dan wakil bupati, editor) yang dipilih rakyat, tapi tidak ada kerjanya yang bisa dirasakan. Bikin jalan saja susah. Setelah era Nico-Victor pimpin Tator (periode 2015-2020), ceritanya berubah. Jangankan jalan, bandara saja diadakan,” ucapnya.
Ia mencontohkan, jalur transportasi dari Lembang ke Makale sudah mudah diakses. “Jalannya sudah bagus dan lancar,” kata Rantika.
Bersama teman-temannya, ia ditemui awak media saat menikmati suasana santai di tepi kolam Makale, Senin, kemarin. Rantika bercerita, bahwa dulu kampungnya kesulitan akses transportasi menuju kampung lain, apalagi ke kota Makale.
Dia menggambarkan suasananya. Ngeri. Banyak warga yang ketakutan. Apalagi, kata dia, warga di kampungnya tak memiliki kendaraan. “Misalnya, jika kuliah jam 1 siang, maka kami harus berangkat dari kampung pagi sekali, kalau tidak pasti terlambat. Sekarang tidak seperti dulu lagi, semua sudah lancar dan aman. Tidak ada lagi rasa takut,” ujar Rantika.
Teman Rantika, juga punya cerita. Namanya, Novita Putri asal Lembang Pali, Kecamatan Masanda. Novita juga mahasiswi yang kuliah di Kota Makale. Kata Novita, pelayanan kesehatan di masa Nico-Victor juga sangat bagus.
“Dulu, sebelum masa Nico-Victor memimpin Tator, masyarakat sakit-sakitan, susah mendapatkan pelayanan kesehatan. Sekarang sudah berubah dan sangat maju. Pelayanan kesehatan sudah terjangkau. Masyarakat sudah sehat,” ucap Novita.
Novita menjelaskan, pembangunan puskesmas dan layanan tim medis sangat dirasakan manfaatnya oleh warga yang tinggal di kampung-kampung.
Pelayanan kesehatan sudah bisa dilakukan di Puskesmas. “Pembangunan puskesmas dan layanan tim medis sangat dirasakan manfaatnya oleh kami yang tinggal di kampung,” kata Novita.
Kedua mahasiswi tersebut mengakui jika Tator sudah mengalami perubahan yang drastis. Terkait dengan Pilkada 2020 mendatang, Rantika dan Novi mengaku bukan tim sukses pasangan calon. Namun keduanya menyarankan agar tetap mempertahankan Nico-Victor. “Masa kita mau kembali ke zaman susah, kan sekarang sudah maju dan jauh lebih baik,” ucap Novita.
Nicodemus dan Victor Datuan Batara, kembali melanjutkan perjuangan politiknya di Pilkada Tator sebagai pasangan petahana dengan tagline “Lanjutkan”. Pasangan nomor urut 2 ini oleh Lembaga Survei dan Konsultan Pilkada, Nurani Strategic, dianggap pasangan calon incumbet terkuat dari semua Pilkada di Sulsel yang digelar secara serentak, 9 Desember 2020. #aliamin


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini