Gubernur dan Kapolda Sepakat, Melarang Pesta Tahun Baru 2021 di Makassar

Rapat Forkopimda dihadiri Gubernur NA,, Kapolda Irjen Merdisyam, Pangdam Mayjen TNI Andi Sumage. dan Kapoltabes Makassar. (Foto: doc_menit)
Corona mengganas lagi – Sulsel sudah keluar dari zona merah Covid-19. Masyrakat mengira corona sudah lenyap. Jarang lagi yang memakai maskernya. Akhirnya virus corona meledak lagi. Tiap hari 500 orang terpapar. “Masyarakat terlena dan lupa protokol kesehatan. Kita lakukan kembali Ops Yustisi, menegakkan penggunaan masker,” kata Irjen Pol. Drs. Merdisyam, S.Si.
menitindonesia, MAKASSAR – Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Irjen. Pol. Drs. Merdisyam, M.Si., menghadiri rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Selatan. Rapat ini dalam rangka menyambut hari Natal dan tahun baru 2021 di masa pandemi dan ganas-ganasnya corona virus disease 2019 (Covid-19), di ruang rapat Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (18/19/2020).
Rapat dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan Prof Dr Ir HM Nurdin Abdullah, M,Agr. Rapat tesebut juga dihadiri Pangdam XIV Hananuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka, SE,. MM.,Kepala BIN Sulsel Brigjen TNI Wing Handoko dan Sekprov Sulsel Dr. Abdul Hayat Gani serta Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Witnu Urip Laksana, S.I.K. Juga hadir melalui aplikasi zoom perwakilan Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin dan para walikota dan bupati se-Sulawesi Selatan.
Dalam rapat tersebut, Kapolda Sulsel menjelaskan, dalam rangka Natal dan Tahun baru 2021 pihak Polri akan melaksankan kegiatan terpusat yaitu Operasi Lilin yang di laksanakan pada tgl 21 Desember 2020 – 4 Januari 2021, serta menurunkan personil sebanyak 3000 yang terdiri dari Polri, TNI dan instansi terkait sebanyak 120 orang dengan 63 Pos jaga dan beberapa pos bayangan.
“Masyarakat menganggap sudah keluar dari zona merah, dan masyarakat terlena, lupa akan protokol kesehatan. Hal yang bisa di lakukan menegakkan kembali penggunaan masker lewat Ops Yustisi,” ungkap Kapolda Sulsel.
Irjen Pol Merdisyam menambahkan, bahwa dua daerah yang penanganan Covid-19 terbaik di Indonesia, yaitu Sulsel dan Jatim, kini kembali mengalami trend peningkatan. Di Sulsel, kata dia, minggu terakhir kemarin mengalami peningkatan yang sangat drastis: mencapai 500 orang perhari teridentifikasi Covid-19.
“Ya, mungkin akibat dari dampak Pilkada. Memang sudah sesuai protokol kesehatan, namun kita tidak tahu gerakan di luar hal itu,” ujar Merdisyam seraya menghimbau untuk menggalakkan kembali Operasi Yustisi.
Seperti diketahui, Operasi Yustisi merupakan operasi yang digelar untuk menekan penyebaran Covid-19 dengan menyasar masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan.
Di tempat yang sama, Kapolrestabes Makassar, juga menegaskan telah disepakati tidak ada perayaan tahun baru, berkumpul, dan tidak ada perayaan petasan dan kembang api.
“Pihak kami juga akan melakukan penutupan di area yang sering terjadi perayaan malam tahun baru, seperti CPI dan Anjungan Pantai Losari dan tempat lainnya,” tegas Kapolrestabes Makassar.
Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah, setuju atas pendapat Kapolda Sulsel dan Kapolrestabes, bahwa dalam masa pandemi covid-19  yang terus meningkat, dia meminta Kapolda tidak akan memberikan izin keramaian.
“Saya berharap kerja sama dalam rangka mencegah peningkatan penularan Covid-19 di wilayah Sulsel terkhusus wilayah Kota Makassar,” Kata Gubernur Nurdin Abdullah.
Gubernur juga menghimbau masyarakat agar tetap menjaga Protokol kesehatan, dan meminta semua pihak tidak boleh lengah dalam mencegah kembali penularan Covid-19. “Kita minta aparat tegas mencegah kembalinya penularan Covid-19 ini,” tegas Gubernur Nurdin Abdullah. #adezakaria