PT SCI Perseroda Sulsel Galang BUMD Luwu Timur Bangun Pabrik Baterai Lithium Terbesar di Dunia, Taufik Fachruddin: Percepat Pemulihan Ekonomi

Kerjasama antara BUMD Provinsi Sulsel dengan BUMD Kabupaten Luwu Timur untuk membangun Pabrik Baterai Lithium terbesar di dunia. (Foto: Ist_Menit)
menitindonesia, MAKASSAR – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sulawesi Selatan, PT Sulsel Citra Indonesia (SCI) Perseroda Sulsel, melakukan penandatanganan kerjasama BUMD dengan PT Nusa Timur Energi, BUMD milik Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, untuk sama-sama menjemput peluang mengais Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kedua perusahaan plat merah tersebut, memiliki tekad yang sama menjadikan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai pemasok bahan baku Baterai Lithium terbesar di dunia.
Kerjasama tersebut dituangkan dalam kesepakatan antara Direktur Utama PT SCI (Perseroda) Ir Taufik Fachruddin dengan Direktur Utama PT Nusa Timur Energi (BUMD Kabupaten Luwu) Amirullah Putra, di Kantor PT SCI, Jalan Dr Ratulangi, Makassar, pada Jumat (26/2/2021).
Hadir pada penandatangan kerjasama ini, Pimpinan DPRD dan Pimpinan Komisi II DPRD Kabupaten Luwu Timur, serta turut hadir dari pihak PT SCI (Perseroda) Sulsel, juga dihadiri Dewan Direksi Prof Marzuki Dea dan Komisaris Dr Ruslan Abu, SH, MH.
Direktur Utama PT SCI (Perseroda) Ir Taufik Fachruddin mengatakan, saat ini kurang lebih 50 ribu hektar lahan yang tersedia di Sulsel menjadi incaran para investor pabrikasi dunia, seperti Panasonic, LG, CATL dan lain-lain.
“Mereka akan membangun pabrik dan memproduksi Baterai Lithium yang ramah lingkungan untuk kebutuhan kendaraan listrik masa depan,” ujar Taufik Fachruddin.
Lebih lanjut, Taufik menjelaskan para investor industri Baterai Lithium tersebut, melirik Sulsel karena memiliki kelengkapan pendukung industri, yakni terdapat hamparan tambang nikel terbaik di dunia, ada smelter dan pelabuhan sebagai sarana pengangkut juga sudah tersedia.
“ini modal dan potensi daerah kita yang sangat kuat, yang harus kita kelolah bersama untuk menjemput peluang ke depan,” kata Taufik.
Taufik juga menjelaskan, bahwa gagasan untuk mewujudkan membangun industri Baterai Lithium ini, sebagai wujud percdepatan pemulihan ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19.
“Investasi besar akan masuk, lapangan kerja baru akan terbuka dan semakin banyak menyerap tenaga kerja. Tentu ini konsekuensi logis dari hadirnya investor yang membangun industri baru nanti, dan berdampak pada peningkatkan PAD,” ucapnya.
Ia menambahkan, PT SCI (Perseroda) Sulsel sebagai agent of development, dia harapkan menciptakan multiplier effect kepada sektor bisnis yang lain.
“Bukan hanya sekedar peningkatan PAD dan retribusi, tetapi bagaimana menciptakan kesejahteraan masyarakat Sulsel pada umumnya,” pungkas Taufik Fachrudin. (andi esse)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini