Ketua Demokrat Maros Minta Marzuki Alie Tidak Lupa Ingatan, Amirullah Nur: Dia Contoh Buruk Bagi Kader Demokrat

Ketua Partai Demokrat Kabupaten Maros, H Amirullah Nur. (Foto Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Maros, Amirullah Nur Saenong, menyoroti kelakuan mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie, yang akhir-akhir ini getol menyerang Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melalui beberapa postingan di Medsos: Twiter dan YouTube.
“Bang Jhoni Allen dan Marzuki Alie itu tidak tahu diri. Mungkin dia sudah pikun sehingga lupa ingatan. Dia kan pernah menikmati masa kejayaan bersama Partai Demokrat waktu SBY berkuasa. Sekarang sepertinya mereka lupa. Ini ciri-ciri manusia hipokrit, yang baik dilupakan dan seakan-seakan semua masa lalunya bersama Demokrat itu buruk,” kata Amirullah Nur kepada menitindonesia, di Kedai Kopi Phunam, Jalan Boulevar, Makassar, Rabu (17//2021).
Mantan Anggota DPRD Maros dari Fraksi Partai Demokrat (2014-2019) ini, menilai kelakuan kader senior Partai Demokrat–yang dipecat–itu, sebagai perbuatan yang tidak terpuji, dan menjadi contoh buruk bagi generasi milenial. Marzuki Alie, saat menjabat Ketua DPRI RI 2009-2014, kata dia, dahulu dikenalnya sebagai politisi yang santun, ramah dan dihormati semua kader Demokrat.
Namun, Amirullah merasa apa yang dikiranya itu ternyata hanya topeng Marzuki saja, sebab, kata dia, di usianya yang sudah mulai uzur, justru watak asli Marzuki Alie kelihatan.
“Kita disuguhkan kepribadian yang buruk, munafik (hipokrit) dan pengkhianat. Itu yang membuat kami di Partai Demokrat sedih, karena pernah menghargai senior yang ternyata adalah pengkhianat dan seorang hipokrit,” ujarnya.
Amirullah mengaku sangat gerah dengan komentar-komentar Jhoni Allen dan Marzuki Alie yang kerap menyerang Ketua Majelis Tinggi partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Padahal, kata dia, Marzuki dulu bukan siapa-siapa dan juga bukan seorang tokoh sebelum diajak bergabung ke Demokrat oleh SBY.
“Sebelum bergabung ke Demokrat, Marzuki Alie itu hanya salah satu Direktur anak perusahaan BUMN Semen, bukan Dirut BUMN. Dia juga bukan tokoh, namun dijadikan Sekjen Partai Demokrat di masa Hadi Utomo, tentu atas saran SBY, kemdian dia dijadikan Ketua DPR RI. Setelah itu, dia lupa semua kebaikan SBY pada dirinya setelah SBY tidak menjadi Presiden lagi. Ini kan menandakan kualitas dia rendah karena gampang berkhianat,” ujar Amirullah.
Sebelumnya, Marzuki Alie mengatakan dia marah kepada DPP Partai Demokrat, karena dia diseret-seret pada pusaran konflik dan difitnah memprakarsai KLB.
“Saya mara karena sering difitnah, saya tidak diminta memberikan klarifikasi dan seakan-akan komunikasi dengan saya diputus,” ujar Marzuki di beberapa kesempatan. (andi ade zakaria)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini