Bom di Gereja Katedral Makassar, KPID Ingatkan Media Agar Jangan Tayangkan Potongan Tubuh Manusia

Ketua KPID Sulsel Hasrul Hasan. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Menyikapi peristiwa pengeboman di Ggereja Katedral Makassar, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan Hasrul Hasan, mengimbau lembaga penyiaran, khususnya televisi, untuk tetap menaati Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI 2012.
“Teman- teman lembaga penyiaran, khususnya televisi harus berhati-hati dalam memberitakan peristiwa pengeboman Gereja Katedral Makassar. Pasal 23 SPS KPI menyebutkan larangan munculnya adegan kekerasan, termasuk menampilkan manusia atau potongan tubuh yang berdarah-darah, terpotong-potong dan atau kondisi yang mengenaskan akibat dari peristiwa kekerasan,” Kata Hasrul Hasan di Makassar, Minggu (28/3/2021).
Selaian itu, KPID Sulsel juga mengimbau lembaga penyiaran, televisi dan radio, untuk mengutip informasi dari narasumber yang bisa dipertanggung jawabkan dan institusi yang berwenang.
Lembaga penyiaran, kata dia, memiliki kewajiban menyiarkan berita yang akurat di tengah masyarakat, dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip jurnalistik dan regulasi penyiaran yang ada di Indonesia.
Ledakan terjadi di pertigaan Jalan Kajoalido dan Jalan Kartini Makassar, sekitar pukul 10.15 Wita Minggu (28/3).
Saat ledakan terjadi, sejumlah jemaat gereja tengah beribadah di lokasi. Diketahui, pelaku bom bunuh diri tewas di tempat dan 9orang lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit terdekat. (andi ade zakaria)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini