Ketua DEIT Pertanyakan Kapabilitas KNPI Desak KPK Tangkap Haji Isam

Annar Sampetoding dan Haji Isam. (Foto: Ist_edit_menit)
menitindonesia, MAKASSAR – Santernya desakan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar segera memeriksa H Samsuddin Andi Arsyad alias Haji Isam terkait dugaan suap kepada petugas pajak yang saat ini disidik di KPK mendapat kecaman dari Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT).
Ketua DEIT, H Salahuddin Sampetoding alias Annar Sampetoding mengecam pihak-pihak yang mengait-ngaitkan nama Haji Isam dalam perkara pajak yang disidik KPK. Bahkan, Annar mempertanyakan kapasitas Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mendesak KPK sebagai lembaga hukum.
“Apa kapabiitas KNPI? KPK tidak perlu didesak seperti itu karena KPK adalah lembaga hukum yang sudah sangat profesional,” kata Annar Sampetoding, Minggu (11/4/2021), lalu
Annar meminta semua pihak agar tidak ada yang mencampuri urusan perkara di KPK. Apalagi, kata dia, Haji Isam merupakan pengusaha pribumi dari Sulawesi Selatan yang memiliki banyak jasa kepada bangsa dan negara dalam membangun ekonomi.
Bos Sulwood Group itu, juga mengaku tidak mengenal Haji Isam, namun ia merasa bangga dan senang kepada Haji Isam karena sukses sebagai perantau dan pengusaha dari suku Bugis.
““Saya tidak kenal dengan Isam tetapi saya bangga dan senang dengan keberanian beliau yang luar biasa sebagai perantau dari suku Bugis. Mari kita menjaga pengusaha pribumi karena hanya sedikit yang bisa berkiprah di tingkat nasional dan internasional,” ucap Annar.
Senada dengan Annar Sampetoding, Pengamat Politik dari Pusat Kajian Politik dan Kebijakan (PKPK) Muhammad Saiful, mengatakan bahwa Haji Isam adalah pengusaha asal Bugis yang sangat sukses di Kalimantan Selatan dan merupakan asset nasional yang sangat besar.
“Haji Isam adalah salah satu pengusaha pribumi yang sukses dan mampu mengelola kesuksesannya tanpa mengabaikan kesejahteraan masyarakat di sekililingnya,” pungkas Saiful. (roma)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini