1.271 Pegawai KPK Resmi Dilantik, Abraham Samad: Melanggar Hukum Kalau Tak Melantik 75 Pegawai Tak Lolos TWK

Mantan Ketua KPK 2011-2015, Abraham Samad. (Foto: menit)
menitindonesia, JAKARTA – Sebanyak 1.271 pegawai KPK yang lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) telah dilantik menjadi aparatur sipil negara (ASN) di lingkup KPK oleh Ketua KPK Firli Bahuri, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (1/6/2021).
Mereka yang dilantik itu merupakan pegawai KPK yang dinyatakan lolos melalui TWK dan beralih status menjadi ASN.
Sebelumnya, sebanyak 570 pegawai yang akan dilantik mengusulkan agar pelantikan mereka ditunda dulu, untuk menunggu kejelasan status 75 orang Pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos TWK.
Namun, permintaan itu tidak ditanggapi oleh Pimpinan KPK. Pelantgikan tetap dilaksanakan di tengah polemik TWK.
Ketua KPK Periode 2011-2015 Abraham Samad, menyoroti pelantikan pegawai KPK menjadi ASN itu tanpa melantik 75 orang pegawai KPK yang tidak lolos TWK.
Menurutnya, tanpa melantik 75 pegawai yang tidak lolos TWK berarti pimpinan KPK telah mengabaikan anjuran Presiden Joko Widodo dan bertentangan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).
“Seharusnya Pimpinan KPK mengikuti anjuran Presiden untuk tetap meloloskan ke 75 orang menjadi ASN, karena hal itu bersesuaian dengan aturan hukum yang ada, yaitu Putusan MK yang menyatakan setiap Pegawai KPK tidak boleh dirugikan oleh adanya alih status menjadi pegawai ASN,” kata Abraham Samad kepada menitindonesia.com, Selasa (1/6), malam.
Bahkan, lebih lanjut Abraham menyebut, Pimpinan KPK melanggar hukum kalau tidak melantik 75 orang pegawai KPK itu menjadi ASN.
“Apalagi kalau kita melihat rekam jejak ke-75 pegawai itu, mereka adalah pegawai-pegawai KPK yang punya integritas yang kuat dan mempunyai kapasitas di atas rata-rata,” ucapnya. (roma)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini