Diduga Sengaja Dicovidkan, Seorang Anak Petani Batal ke Istana Jadi Paskibraka, Penggantinya Un-Procedure

Kristina bersama ayahnya, diduga sengaja digagalkan jadi Pasibraka melalui rekayasa tes Wsab PCR Covid-19. (Foto: ist_menit)
menitindonesia, MAMASA – Anggota Paskibraka Perwakilan dari Sulawesi Barat, Kristina, menyampaikan kesedihannya atas peristiwa yang dialaminya. Ia terpaksa dicoret sebagai salah satu Paskibraka pada HUT ke-76 RI, 17 Agustus 2021, mendatang.
Siswi SMA Negeri 1 Mamuju ini, menduga dirinya sengaja digagalkan untuk berangkat ke Istana Negara melalui rekayasa hasil test Swab PCR yang dilakukan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pada Sabtu (24/7/2021), pekan lalu.
Kecurigaan itu bermula, ketika anak petani miskin asal Dusun Lemba-Lemba, Desa Salutabang, Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulbar itu, dipulangkan ke Kabupaten Mamasa dengan mobil rental seorang diri, tanpa dilengkapi APD dan tidak didampingi tim penanganan pasien Covid-19, seperti lazimnya pasien Covid.
Kejanggalan lainnya, pengganti Kris bukanlah cadangan awal dari daerah Pasangkayu yang sudah dipersiapkan sebelumnya, tapi seorang pelajar yang lain dari Mamasa.
Kristina juga mengungkap setelah dia digantikan, dirinya ditawari menjadi Paskibraka Provinsi dan bebas memilih peran apa saja, termasuk pembawa baki jika dia mau. Dia mengaku tambah heran, kalau dirinya positif Covid-19 lalu kenapa ia ditawari jadi Paskibraka Provinsi Sulbar?
Karena merasa curiga, keluarganya akhirnya melakukan tes Swab PCR ulang pada hari Senin, tanggal 26 Juli 2021, lalu. Sehari kemudian, hasilnya diketahui: Kristina dinyatakan negative Covid-19. Beda dengan hasil Swab PCR yang dilakukan Dispora Sulbar, tiga hari sebelumnya.
Kristina mengaku sangat kecewa dan sedih karena batal menjadi Paskibraka pada HUT RI di Istana Negara. Dia mengaku sedih karena adanya permainan pihak tertentu yang sengaja merekayasa untuk menggesernya.
“Saya sangat sedih, semoga ini ada rencana Tuhan yang lebih baik dan ini bisa diusut tuntas agar pihak yang merekayasa bisa diungkap, kami ingin ada keadilan,” ucap Kristina saat menggelar jumpa pers di Mamasa (28/7), kemarin.
Ketika ini hendak dikonfirmasi di Dispora Sulbar, tak ada pihak yang merasa berkompeten untuk menjelaskannya. (roma)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini