Saint Petersburg

mantan anggota DPR RI
Oleh Mubha Kahar Muang
KEINDAHANNYA menghimpun sejarah kebangkitan sekaligus keruntuhan sebuah bangsa. Usianya berabad, tetapi kota ini tak pernah menjadi usang. Dalam sepuhan modernitas, ia menjelma menjadi kota antik yang memesona.
Kota Saint Petersburg menjadi ibukota Kerajaan Rusia pada tahun 1712 tetapi pada 1728 ibukota sempat kembali ke Moskow. Namun 1732, ibukota kembali lagi ke Saint Petersburg hingga 1918.
Moskow sendiri menjadi ibukota Rusia sejak abad ke 15 atau pada masa pemerintahan Dinasti Rurikid, dinasti pertama yang memerintah Kerajaan Rusia. Pangeran pertama memerintah bernama Rurik karena itu disebut Dinasti Rurikid yang berkuasa mulai tahun 862 dan berkuasa selama 748 tahun. Dinasti ini berakhir setelah Mikhail Romanov terpilih 21 Februari 1613 berdasar suara bulat oleh Majelis Nasional. Mikhail Romanov sebenarnya masih memiliki akar pertalian darah dengan Dinasti Rurikid.
Dari Dinasti Romanov yang paling menonjol dalam sejarah Rusia adalah Pyotr I atau Peter Agung yang merupakan cucu dari Mikhail Romanov. Setelah naik tahta Pyotr I mengubah gelarnya dari “tsar” menjadi “kaisar“. Karenanya, sejarawan menyebut Kekaisaran Rusia didirikan oleh Pyotr I atau Peter yang Agung tahun 1721. Peter Agunglah yang bertekad mengubah kerajaan Rusia yang terisolasi menjadi negara modern yang besar dan berpengaruh.

Rusia pada masa itu, sekitar tahun 1689 , adalah negara terbelakang, tertinggal beberapa abad dalam hampir semua bidang dibanding negara-negara Eropa. Peter Yang Agung, Tsar muda berusia 25 tahun melihat kenyataan ini dan memutuskan untuk menjelajah kota-kota Eropa. Ia menyamar dengan nama Pyotr Mikhaylov dan memboyong 250 orang dalam misi besarnya selama 18 bulan menjelajah negeri-negeri Barat.

Di Belanda Peter bekerja sebagai tukang kayu di Dutch East India Company. Di Inggris ia bekerja di dok angkatan laut Inggris dan belajar bagaimana membangun angkatan laut. Ia belajar persenjataan di Prusia, melihat tata kota di Manchester. Peter mengunjungi sekolah-sekolah, pabrik-pabrik, museum, stadion, bahkan melihat sidang parlemen di Inggris. Ia belajar sengalanya di Barat lalu pulang membangun Rusia.

Tanggal 27 Mei 1703 Peter mengundang arsitek-arsitek terkemuka Perancis, Italia dan Jerman. Mereka diminta menerjemahkan selera dan keinginan sang Tsar pada konstruksi dan desain arsitektur untuk membangun kota yang diinginkan. Di tangan para arsitek Eropa, Saint Petersburg kemudian dibangun sesuai keinginan Tsar tetapi dengan ciri sangat Eropa abad pertengahan. Ciri ini berbeda dengan Moskow yang bernuansa Timur yang mendapat pengaruh kekuasaan Turki Ottoman dengan kubah-kubah masjid di banyak bangunan penting, seperti yang terihat di Istana Kremlin.

Banyak orang menyebut Saint Petersburg merupakan satu dari sedikit kota di dunia yang dirancang hanya dengan selera satu orang. Atas dasar ini, Tsar Peter Yang Agung dipandang sebagai tokoh yang membaratkan Rusia. Dengan semua yang dilakukan, Peter bersama dengan permaisurinya, Katerina Yang Agung, membawa Kekaisaran Rusia pada puncak kejayaannya. Masa pemerintahan mereka disebut-sebut sebagai the golden era.

Pada masa kini, kota Saint Petersburg pun menjadi kota terpenting setelah Moscow karena menyimpan pesona luar biasa, jejak Peter Agung. Dengan lanskap terbuka dan dipenuhi bangunan antik, kota ini merupakan persinggahan penting bila mengunjungi Rusia. Dari Moskow dapat dicapai menggunakan seluruh moda transportasi. Pada malam hari, pemandangan kilau cahaya kota yang benderang, seperti suasana malam karnaval. Hampir semua bangunan, jembatan dan artefak kota bermandi cahaya. Hal yang dimungkinkan karena kota ini dialiri listrik yang dipasok dari tenaga nuklir.

Impressi seribu satu malam menjadi tanda, bahwa meski berusia tua Saint Petersburg adalah sebuah kota modern. Ia beradaptasi pada perkembangan zaman. Sebagai contoh, tahun 1955 kota ini membangun sistem transportasi bawah tanah (metro). Cerminan modern kota yang penuh dengan boulevard lebar dengan pohonan berbaris rapi di tepinya. Lihat misalnya Teater Mariinsky yang merupakan teater untuk opera, gedung antik yang menyimpan jejak perkembangan balet Rusia yang tersohor itu. Balerina legendaris seperti Galina Ulanova adalah balerina kelahiran Saint Petersburg .

Keindahan seni dan keagungan arsitektur seolah berkumpul di Saint Petersburg. Hampir di seluruh sisi kota yang dibelah oleh Sungai Neva, tersebar bangunan bergaya Victoria, Baroque dan Gothik. Bangunan-bangunan yang memiliki riwayat dan memendam keindahannya masing-masing, seperti The Peter and Paul Fortress, The Admiralty, The Kazan Catherdral dan lain-lain.

Katedral Saint Isaac yang terletak di delta sungai Neva yang bermuara di Teluk Finlandia. Berdiri megah setinggi 101,5 meter dan mendominasi alun-alun Morskaya. Katedral ini dibangun untuk menghormati Santo Isaac dari Dalmatia. Hari kelahirannya, 30 Mei, bertepatan dengan tanggal perayaan ulang tahun Peter Yang Agung. Dibangun dalam kurun waktu 1818-1858 katedral rancangan Auguste de Montferre ini memiliki empat serambi yang tiang-tiangnya didukung oleh 72 batang kolom granit utuh, tunggal, seberat rata-rata 64 ton sampai 114 ton.

Bangunan terpenting kota ini adalah Museum Hermitage, bangunan bergaya baroque, hingga saat ini menyimpan kurang lebih 3 juta karya seni. Saat ini Hermitage disebut sebagai museum terbesar di dunia, tidak cuma karena koleksinya melainkan karena apa yang dimiliki oleh gedung itu sendiri. Luasnya kurang lebih 200 x 100 meter, tinggi 300 meter dan memiliki 1.057 kamar.

Pada mulanya Hermitage berfungsi sebagai istana musim dingin keluarga kekaisaran. Atas inisiatif Permaisuri Katerine Yang Agung, pada 1764, setelah bertemu dengan pedagang Prusia bernama Johann Ernest Gotzkowsky, mulailah beberapa bagian bangunan istana ini difungsikan sebagai tempat penyimpanan benda-benda seni yang ditawarkan sang pedagang.

Saat ini, karya-karya hampir seluruh seniman penting dunia tersimpan di Hermitage. Di sini bisa disaksikan karya Leonardo da Vinci (1452-1519) The Litta Madonna, dibuat pada tahun 1490, karya Rembrandt (1606-1669) The Holy Family dibuat 1645 dan beberapa karya penting Rembrandt lainnya. Karya Raphael (1728-1779) Self Potrait tahun 1775, karya Monet (1840-1926) yang terkenal berjudul Lady in The Garden, dibuat pada tahun 1967, karya Renoir, karya Van Gogh sampai kepada karya Pablo Picasso. Karya-karya agung tersebut tersimpan dengan baik di Hermitage dan menjadi pesona tak tertandingi yang disuguhkan oleh kota Saint Petersburg.

Membicarakan kota yang penuh dengan artefak antik ini, tentu tak lengkap bila tidak membincangkan Masjid Biru yang dibangun 3 Februari 1910, sebagai satu-satunya masjid di antara taburan katedral yang ada di Saint Petersburg. Terletak berseberangan dengan Benteng Petrus dan Paulus di pusat kota. .
Masjid Biru memiliki kaligrafi khas Rusia dan lampu bulat yang beratnya diperkirakan mencapai 2 ton. Pada perang dunia II Masjid Biru digunakan sebagai medical warehouse. Konon ketika Soekarno berkunjung ke Rusia pada 1956 dan singgah di masjid ini, Presiden pertama RI itu meminta untuk memfungsikan kembali Masjid Biru sebagai tempat ibadah kaum muslim.
Kekaisaran Rusia berhasil mereformasi internal kerajaan dan mampu memperkuat posisi Rusia sebagai kekuatan yang penting pada abad ke 18 – 19. Bahkan mampu menahan ambisi Napoleon Bonaparte untuk menguasai Eropa. Kekaisaran Rusia menjadi salah satu kerajaan Eropa terkuat yang memiliki pertahanan militer serta angkatan laut yang memadai .
Pada masa pemerintahan Kaisar Nicholas II yang mulai memimpin Rusia pada 1 November 1894 , banyak menimbulkan ketidak puasan atas kepemimpinannya , terutama setelah perang antara Rusia dan Jepang 1904 yang dimenangkan oleh Jepang, kemudian disusul Perang Dunia I pada 1914 mengakibatkan kelangkaan pangan dan anjloknya moral para tentara karena kekalahan dari Jerman. Kondisi ini mendorong pecahnya revolusi di Saint Petersburg menyebabkan mundurnya Kaisar Nicholas II dari tahtanya pada 1917, sekaligus berakhirnya kekuasaan Dinasti Romanov yang berkuasa selama 300 tahun.
Kepemimpinan Rusia kemudian digantikan oleh pemerintahan provinsional non komunis oleh Pangeran Georgy Lvov, lalu diteruskan oleh Alexander Kerensky. Pemerintahan Nasionalis pimpinan Alexander Kerensky kemudian digulingkan oleh Komunis Rusia dibawah pimpinan Lenin yang berhasil merebut kekuasaan di Saint Petersburg, ibukota Rusia saat itu. Peristiwa tersebut dikenal dengan Revolusi Oktober. Partai Komunis pun mendirikan Uni Soviet tanggal 25 Oktober 1917, sekaligus memindahkan kembali ibukota Rusia dari Saint Petersburg ke Moskow tahun 1918.
Uni Soviet adalah negara dengan wilayah kekuasaan terbesar di dunia, menjadi salah satu negara adikuasa. Namun kejayaan tersebut tidak mampu bertahan lama, karena makin lama makin terbukti bahwa sistim komunis tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Menurut sejarawan Pyzhihov, ide pembentukan masyarakat yang adil dan tanpa kemiskinan atau penindasan diabaikan oleh pemerintah setelah beberapa dekade. Nomenklatur partai penguasa semakin jauh dari rakyat dan hanya digunakan untuk kekuasaan tanpa masa depan yang jelas menjadi pemicu, sehingga negara-negara mulai melepaskan diri. 25 Desember 1991 Uni Soviet resmi bubar, dan melahirkan 15 negara baru.
Perubahan politik dan revolusi membuat kota Saint Petersburg berganti nama beberapa kali, tahun 1914-1924 kota ini dinamai Petrograd, kemudian tahun 1924-1991, kota ini bernama Leningrad sebagai penghormatan atas pemimpin besar Lenin.
Di kota yang sejuk oleh aliran sungai Neva yang membelah kota, dilingkupi keindahan seni dan keagungan arsitektur, revolusi bisa terjadi, tetapi tidak menghancurkan segalanya. Di sana selalu ada Saint Petersburg. Kota yang tak pernah usang.

Jakarta, 26 September 2011



TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini