Kashmir

mantan anggota DPR RI
Oleh Mubha Kahar Muang
Siapakah yang akan rela melepaskan sebuah tempat di mana keindahan gunung, sungai, danau dan semburat langitnya bahkan melampaui lukisan? Di sana paduan segala warna berada di puncak kecantikannya. Demikianlah Kashmir. Lembah-lembahnya adalah lembah terindah di dunia.

Kashmir terletak di ujung paling barat barisan Himalaya. Berbatasan dengan China di bagian utara dan Pakistan di bagian barat. Wilayah ini dikontrol oleh tiga negara. Pakistan di barat laut, India mengontrol tengah dan selatan, China menguasai timur laut. India mengklaim Kashmir sebagai wilayahnya. Klaim yang ditolak oleh Pakistan karena menganggap Kashmir merupakan wilayah yang dipertentangkan. Kashmir sendiri ingin menjadi negara merdeka.

Kisruh bermula ketika Inggris yang menjajah India dari tahun 1756, menyetujui rencana partisi tanggal 3 Juni 1947. India dibagi menjadi dua negara terpisah berdasar prinsip keagamaan. Pakistan bagi wilayah atau kepangeranan yang penduduknya mayoritas Muslim dan India bagi wilayah atau kepangeranan yang penduduknya mayoritas Hindu.
Kala itu Jammu dan Kashmir merupakan salah satu dari 560 kepangeranan yang berada langsung di bawah Kerajaan Inggris. Hukum yang berlaku ketika itu memberi kebebasan untuk bergabung dengan India atau Pakistan atau tetap berdiri sendiri. Ketika Inggris menyetujui pemberian kemerdekaan kepada Pakistan pada 14 Agustus 1947 dan India 15 Agustus 1947, pembagian wilayah tersebut menyisakan masalah. Kepangeranan Hyderabad dan Junagad dipimpin penguasa Muslim sementara mayoritas penduduknya Hindu. Sebaliknya Jammu dan Kashmir dipimpin penguasa Hindu tetapi mayoritas penduduknya Muslim. Permasalahan Hyderabad dan Junagad berhasil diselesaikan oleh pemerintahan New Delhi sehingga masuk menjadi bagian dari India. Sebaliknya India tidak melepas Jammu dan Kashmir yang penduduknya mayoritas Muslim menjadi wilayah Pakistan.
Pada Kongres Muslim tanggal 19 Juli 1947, Kashmir mulai berani memperjuangkan kemerdekaan dan lepas dari pengaruh penguasaan India. Tak mudah karena Jammu dan Kashmir memiliki masalah internal, terbagi menjadi 2 kubu karena penduduk Jammu mayoritas Hindu dan Kashmir mayoritas Islam. Hal yang memicu konflik internal.
Maharaja Hari Singh, penguasa Kepangeranan Jammu dan Kashmir keberatan jika Jammu dan Kashmir berdiri sendiri. Maharaja memilih bergabung dengan India melalui Perjanjian Asesi pada 26 Oktober 1947. Perjanjian kontroversial ini menjadi alasan India menduduki Kasmir. Pakistan keberatan, kesepakatan itu ditempuh tanpa melalui referendum yang dicanangkan oleh Gubernur Jenderal India, Lord Mountbatten, yang merencanakan pelaksanaannya pada 27 Oktober 1947.
Dokumen perjanjian tersebut juga berisi permintaan Maharaja kepada India agar mengirimkan tentaranya ke Kashmir untuk menumpas pemberontakan. Pakistan dan orang-orang Kashmir memprotes kedatangan tentara India. Pakistan meragukan adanya dokumen tersebut. Inggris sendiri sebagai negara yang pernah menjajah India tidak mengakui klaim India atas Kashmir. Inggris bahkan menyatakan Kashmir lebih tepat menjadi wilayah Pakistan karena sebagian besar warga Kashmir beragama Islam dan secara geografis akses ekonomi Kashmir lebih dekat ke Pakistan. Bagaimanapun Inggris juga tidak mencegah ekspansi tentara India ke Kashmir.

Sikap Inggris dan dunia Internasional yang tampak tidak berani menghukum India diduga karena India memiliki hubungan yang sangat erat dengan Rusia. Amerika Serikat (AS) ikut mendampingi Rusia membantu India. Itu terkait kepentingan politik AS, hal yang nampaknya lazim ketika kelompok Islam dijadikan sasaran. Bantuan AS merupakan isyarat kuat pihaknya tidak akan berusaha menengahi konflik tersebut. Alih-alih membantu Pakistan, AS bahkan memberikan tekanan yang sangat kuat dan menundukkan mantan Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif. Nawaz Sharif membuat pernyataan akan menarik mundur pasukan Pakistan dari wilayah Kashmir. Keputusan yang membuatnya terguling dari kursi perdana menteri.

Sikap dunia internasional di atas membuat India semakin menancapkan kuku di Kashmir. Saat ini India telah menguasai dua pertiga wilayah Kashmir sehingga dari segi penguasaan wilayah India dianggap menang.

Wilayah Kashmir berada pada ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut. Memiliki ibu kota kuno Srinagar yang masuk dalam penguasaan India. Letaknya dekat Danau Dal yang terkenal dengan rumah perahunya. Di luar kota terdapat taman yang sangat indah panoramanya, Taman Shalimar. Dibangun oleh Jehangir, Kaisar Mughal pada tahun 1619.

Letak geografis Jammu dan Kashmir yang luasnya sekitar 222.236 km2, atau 11,7 % dari luas wilayah Indonesia, merupakan tempat yang sangat cocok untuk menjadi benteng pertahanan karena terlindung oleh gunung. Karena itu wilayah tersebut hingga abad ke-19 menjadi rebutan Rusia dan Inggris. Itu pula yang membuat India mempertahankan Kashmir. Selain sebagai alasan mempertahankan kesatuan nasional, wilayah tersebut juga berdampingan dengan bangsa-bangsa besar seperti China dan Rusia. Tak kalah penting, Kashmir adalah penghasil devisa dari kunjungan wisatawan dunia untuk menyaksikan keindahan lembahnya dan hamparan salju di Pegunungan Himalaya. Tempat yang bagaikan sekeping surga dunia.

Bagi Pakistan, Kashmir selain bernilai sangat strategis, juga sangat berarti bagi perekonomian Pakistan. Kemakmuran Pakistan sangat tergantung kepada tiga sungai yang berhulu di Kashmir dan mengairi 19 juta are lahan pertanian mereka.

Perebutan wilayah Kashmir karena perbedaan dukungan berdasar agama menimbulkan konflik internal. Perang antara Pakistan dan India berlangsung beberapa kali. Tahun 1984, India mendapat pasokan senjata nuklir dari Uni Soviet. Untuk mengimbangi India, Pakistan pun menerima pasokan senjata dari AS. Perang perbatasan antara India dan China juga terjadi yang berakibat kekalahan bagi India. Hal itu mendorong India untuk meningkatkan kemampuan militernya agar mampu menghadapi China.

Penduduk Kashmir memiliki penampilan fisik yang berbeda dengan orang India pada umumnya. Postur mereka tinggi kekar, gagah dan kaum wanitanya cantik berhidung bengkok.

Menurut George Moor peneliti dari Inggris dalam bukunya “Suku Yang Hilang” mengatakan bahwa Sepuluh Suku Yang Hilang dari Israel bermigrasi ke India, Tibet dan Kashmir melalui Afganistan. Menurutnya “kami menemukan bahwa karakter-karakter yang sangat alami dari Israel muncul kembali dalam semua kehidupan dan kenyataan di negara-negara dimana orang- orang menyebut diri mereka Bani Israel.“ Dan secara universal mereka mengklaim sebagai keturunan yang hilang.
Kashmir tetap berupaya untuk lepas dari kekuasaan India dan Pakistan meski hingga kini belum tampak adanya dukungan internasional untuk membantu perjuangan Kashmir. Pada kebanyakan peta Barat, daratan Kashmir dibagi menjadi tiga wilayah dengan penanda batas berupa garis titik-titik, artinya batas yang tidak pasti. Cita-cita Kashmir untuk berdaulat masih sangat jauh.
Pashmina Kashmir yang begitu terkenal sebagai hasil sulaman yang sangat halus dan bercita rasa tinggi, lahir dari tangan-tangan terampil sebuah bangsa yang memendam cita-cita kemerdekaan.

Jakarta, 15 Agustus 2017



TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini