Setelah Pasukannya Lari Terbirit-Birit, Kementerian Pertahanan Rusia Ancam UE Karena Membantu Ukraina Dengan Senjata Mematikan

Pasukan Rusia mulai kelelahan menyerang Ukraina, mendapat perlawanan sengit. (Foto: Ist)
menitindonesia, JAKARTA – Pemerintahan Rusia di Moskow, mengecam sejumlah negara di uni Eropa yang telah mengirimkan bantuan senjata mematikan ke Ukraina untuk menghadapi invasi militer pasukan Rusia.
Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataannya,  mengancam akan ada konsekuensi yang akan dihadapi negara-negara pemasok senjata. Hal itu dirilis setelah melihat kekuatan militer Ukraina mampu membendung serangan militer Moskow di Ukraina.
Diketahui, sudah sepekan lebih Rusia melakukan invasi militernya ke Ukraina, namun perlawanan tentara Ukraina mampu membuat pasukan Rusia tertatih-tatih dan sebahagian lari terbirit-birit karena tak menyangka adanya perlawanan yang dahsyat dari tentara Ukraina.
“Warga Uni Eropa dan struktur yang terlibat dalam memasok senjata mematikan dan bahan bakar dan pelumas ke Angkatan Bersenjata Ukraina, akan bertanggung jawab atas segala konsekuensi dari tindakan tersebut dalam konteks operasi militer khusus yang sedang berlangsung di (Ukraina). Mereka tidak dapat gagal untuk memahami tingkat bahaya dari konsekuensinya,” kata pernyataan kementerian Pertahanan Rusia.
Uni Eropa mengumumkan pada hari Minggu (27/2) lalu, bahwa mereka akan membiayai pembelian dan pengiriman senjata dan peralatan lainnya ke Ukraina. Senjata-senjata itu akan bernilai 450 juta euro (setara 505 juta dolar AS).
Senjata mematikan yang dipasok UE akan mencakup amunisi, sistem pertahanan udara dan sistem anti-tank, dan kategori tidak mematikan termasuk bahan bakar, helm balistik, peralatan pelindung pribadi, dan kotak P3K. (roma)