Berhembus Isu Resufle Kabinet, Ketua FAKK Sarankan Presiden: Lakukan Cepat Sebeleum Telat!

Ketua FAKK, Ahmad Mabbarani. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Ketua Forum Aliansi Kontra Korupsi (FAKK), Ahmad Mabbarani, menanggapi gonjang-ganjing Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan resufle kabinet setelah mengungkapkan kekecewaannya karena rendahnya penggunaan produk dalam negeri di Nusa Dua, Bali, Jumat (25/3), kemarin.
“Sudah tepat jika Presiden Jokowi melakukan resufle kabinet. Apalagi kalau saya amati, ada beberapa menteri setahun terakhir ini tidak mampu mengakselerasi gagasan presiden dan upaya pemerintah mempercepat pemulihan ekonomi,” kata Ahmad Mabbarani melalui keterangannya, Sabtu (26/3/2022).
Dia juga menilai beberapa kementerian tidak fokus lagi pada urusan yang terkait dengan bidangnya, karena, kata dia, menterinya melakukan gerakan tambahan untuk agenda politiknya ke depan.
Malah, ujar Ahmad, yang lebih parah, ada menteri yang gemar menonjolkan diri dan mensosialisasikan keberhasilan di kementeriannya, seolah-olah itu prestasinya tanpa mencantumkan kebijakan Presiden Jokowi.
“Ya mungkin mereka bekerja karena ingin populer dan memiliki elektabilitas untuk modal di tahun 2024. Kalau sudah sepertti ini watak beberapa angota kabinet, ini sudah bahaya, Jokowi bisa selesai di akhir masa jabatannya nanti, ditinggalkan ramai-ramai,” ucapnya.
Ahmad Mabbarani meminta, agar Presiden Jokowi tidak tanggung-tanggung melakukan resuffle, sebab kinerja pemerintahan setelah dua tahun, bukan malah menurun, tapi harus meningkat.
“Gagasan Presiden harus dipahami oleh menteri, dan menteri bekerja bukan untuk kepentingan dirinya sendiri. Saran saya, Presiden harus lakukan secepatnya resuffle sebelum telat,” ujarnya.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi menyinggung soal reshuffle atau perombakan kabinet di hadapan sejumlah menteri yang hadir dalam acara Afirmasi Bangga Buatan Produk Indonesia, di Bali, kemarin.
Ini bermula ketika Jokowi mengungkapkan kekesalannya karena banyak kementerian yang masih memakai produk impor untuk mendukung kegiatan operasional mereka.
Dia pun mewanti-wanti para menteri agar tak lagi melakukan impor. Jokowi mengingatkan bahwa dia punya kewenangan mengganti menteri yang kinerjanya tak baik.
“Kementerian sama saja (banyak yang menggunakan produk impor), tapi itu bagian saya itu. Reshuffle, udah heeeh saya itu, kayak gini nggak bisa jalan,” kata Jokowi geram. (roma)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini