DPRD Maros Bahas Raperda Pengelolaan Sampah, Siapkan Denda Bagi Warga Yang Buang Sampah Sembarangan

Rapat Pansus Raperda Pengelolaan Sampah Maros. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAROS – Panitia Khusus (Pansus) Raperda Pengelolaan Sampah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maros, kembali menggelar rapat pembahasan lanjutan di ruang rapat Ketua DPRD Maros, Selasa (5/4/2022).
Rapat Pansus tersebut dipimpin Wakil Ketua Pansus, Andi Rijal Abdullah, dan dihadiri anggota Pansus Raperda Pengelolaan Sampah.
“Rapat ini merupakan kelanjutan rapat pembahasan awal Raperda sebelumnya, yakni pada 17 Februari lalu. Kita melakukan rapat lanjutan untuk membicarakan mekanisme tata tertib pengelolaan sampah di Maros,” kata Andi Rijal Abdullah saat dikonfirmasi setelah rapat digelar.
Lebih lanjut, Rijal menjelaskan, ke depan setelah Perda tersebut disetujui bersama dengan Pemkab nanti, pengelolaan sampah di Maros akan lebih tertata dan tertib.
Dia mengungkapkan, pihak Pemkab Maros nanti, wajib menyediakan bak sampah dan pengelolaan sampah.
Selain itu, kata dia, dalam Raperda Pengelolaan Sampah ini, juga diatur masyarakat dikenakan denda apabila ditemukan sampah yang berhamburan di tempat mereka.
“Nanti akan disediakan bak sampah oleh Pemda, juga kita atur kalau ada warga yang sampahnya berhamburan, maka dikenakan denda,” ujar Rijal Abdullah.
Hadir dalam rapat Raperda Pengelolaan Sampah di Maros ini, Ketua DPRD Maros, HA Patarai Amir (Fraksi Golkar), dan Wakil Ketua DPRD Maros, Hj Fatmawati (Fraksi NasDem).
Juga turut hadir dari OPD Pemkab Maros, yakni perwakilan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Lingkungan Hidup dan Kepala Bagian Hukum Pemkab Maros.
Sementara itu, HA Patarai Amir saat dikonfirmasi menjelaskan, Raperda Pengelolaan Sampah diharapkan segera rampung dari Pansus dan segera usulkan ke pimpinan DPRD untuk dijadwalkan paripurnan penetapan.
Dia berharap, setelah Raperda ini ditetapkan nanti menjadi Perda Kabupaten Maros tentang Pengelolaan Sampah, tata kelolah persampahan di semua wilayah Kabupaten Maros semakin tertata dan rapih.
“Kalau pemerintah dan masyarakat sudah bisa mengelolah sampah dengan baik, maka efek yang ditimbulkan Maros akan menjadi Kabupaten yang bersih, tertata dan elok. Kita mulai dari pengelolaan sampah dulu,” pungkasnya. (asrul nurdin)