Adian Napitupulu: Yang Mau Perpanjang Masa Jabatan Presiden Ada Menteri dan Ketum Parpol, Kenapa Jokowi Yang Didemo?

Adian Napitupulu (kaos putih) bersama dua rekannya sesama aktivis 98 di Makassar, Humaerah dan Akbar Endra. (Foto: Ist)
menitindonesia, JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu, mengungkapkan, bahwa yang menginginkan pendundaan Pemilu ada tiga menteri Jokowi, yakni Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, Menko Marinves, Luhut Binsar Pandjaitan.
“Yang bicara perpanjangan masa jabatan Presiden, bukanlah Jokowi, tapi ada tiga Menteri lalu kenapa yang di demo Jokowi, bukan para Menteri itu?” kata Adian Napitupulu, melalui keterangannya, Minggu (10/4/2022).
Dia menyebutkan, Selain dua menteri, juga ada tiga Ketua Umum Partai yang bicara perpanjangan masa jabatan Presiden, yakni Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, Ketum PAN, Zulkifli Hasan, dan Ketum PKB, Muhaimin Iskandar.
Adian juga menjelaskan, Jokowi malah sejak awal mengatakan akan patuh pada konstitusi. Bahkan, ujar Adian, Jokowi juga pernah mengejek pihak-pihak yang menginginkan perpanjangan masa jabatan presiden adalah orang yang mau cari muka atau mau mempermalukannya.
Selain itu, Adian juga menyinggung lembaga salah satu lembaga survei yang mewacanakan presiden bisa tiga periode , bahkan sudah membentuk relawan Jokowi-Prabowo.
Kenapa Jokowi yang didemo, bukan kantor partai yang menginginkan jabatan Presiden diperpanjang atau lembaga survei yang mengusulkannya,” ujarnya.
Untuk merealisasikan perpanjangan atau pun merubah dari dua periode menjadi tiga periode, lanjut Adian, kewenangannya ada di Senayan, bukan di Istana.
“Yang mengatakan tidak berminat tiga periode adalah Jokowi, termasuk mengatakan bahwa mereka yang menginginkan tiga periode adalah orang yang cari muka juga Jokowi,” ucap Adian.
Lanjut, Adian mengungkapkan, bahwa Jokowi sudah menegaskan mengenai masa Jabatan dia akan tunduk pada Konstitusi adalah Jokowi, dan sekaligus menegaskan dirinya tidak berminat untuk menjabat tiga periode. Justru, kata dia, Jokowi meminta menterinya tidak boleh bicara tentang perpanjangan masa jabatan.
“Tapi aneh. Kenapa Jokowi yang didemo, kan membingungkan! Kalau kita tanya kenapa yang di demo Jokowi maka kita akan masuk pada ruang perdebatan dengan argumentasi yang tidak jauh dari asumsi terhadap perasaan Jokowi, terhadap dugaan bahwa semua pernyataan para Menteri dan Ketua Umum Partai tersebut berasal dari keinginan Jokowi,” terangnya.
Sekjen Pena 98 ini, juga meminta kepada para insan terpelajar dan intelektual tidak lagi mengkaji apa yang di katakan, tapi menganalisa perasaan, mendiskusikan keinginan dalam hati Jokowi bukan pernyataan yang di sampaikan.
“Wacana perpanjangan maupun tiga periode tersebut membuat banyak orang menjadi gelisah lalu sibuk menganalisa perasaan dan keinginan Jokowi, karena menganalisa rasa tidak punya alat ukur maka sebagian Mahasiswa konon berencana demo besar besaran ke Istana,” jelas Adian.
Dengan adanya situasi seperti ini, Adian kemudian mempertanyakan kemana para Menteri dan Ketua Partai yang melemparkan wacana itu?
“Kenapa semua tiba tiba menjadi diam dan seolah membiarkan semua dampak dari ide dan wacana yang mereka lemparkan di tanggung akibatnya sendirian oleh Jokowi. Tidak ada satupun dari pemilik wacana yang berteriak lantang pasang badan berkata: ‘Demo kami, jangan Jokowi…. demo ke tempat saya, jangan ke Istana!'” ucap Adian.
Dalam situasi seperti ini, Adian juga menyarankan, sebaiknya Presiden Jokowi dan Mahasiswa duduk ngopi bareng ditepi Danau Lebak Wangi sambil bakar ikan dan main gitar di bawah rembulan.
“Kopi mungkin tidak menjanjikan apa apa, tapi semoga bisa membuat kita duduk bersama, gitar juga tak bisa menyelesaikan masalah, tapi setidaknya bisa membuat kita bernyanyi bersama tentang Cinta kita pada Indonesia,” pungkasnya. (roma)