menitindonesia, JAKARTA – Mantan narapidana korupsi Hambalang, Nazaruddin, melontarkan serangan kepada Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ia menyebut AHY setiap melakukan kunjungan ke daerah meminta ongkos perjalanan Rp500 juta ke DPD Partai Demokrat.
Tuduhan yang diucapkan kakak kandung Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Demokrat, Muhammad Nasir itu, dianggap sebagai fitnah yang keji karena masih menyimpan dendam kepada Presiden RI ke-6, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), sehingga Nazaruddin selalu berupaya mengganggu DPP Partai Demokrat yang sah.
Deputi Strategi dan Kebijakan Balitbang DPP Demokrat, Yan A Harahap, menegaskan pihaknya akan terus melawan upaya-upaya tersebut.
“Yang mewawancarai dan diwawancarai tidak punya kapasitas. Bagaimana mungkin, Nazaruddin dapat informasi ngawur itu darimana? Saat mas AHY menjadi ketua umum, posisi Nazaruddin masih narapidana,” kata Yan Harahap dalam keterangannya, dikutip dari berbagai media online, Minggu (10/4/2022), kemarin.
Yan A Harahap menyebut, apapun yang disampaikan Nazaruddin atau dituduhkan ke Partai Demokrat tak layak dipercaya, karena ucapannya bersumber dari sampah.
“Dia selalu menjelek-jelekkan. Itu yang mereka lakukan setelah mereka gagal melakukan kudeta terhadap Ketum, Mas AHY,” terang Yan.
Menurutnya, pihaknya tidak mempedulikan apapun yang disampaikan Nazaruddin. Setelah dia dipecat dari Partai Demokrat beberapa tahun lalu karena terbukti melakukan korupsi, dia bukan siapa-siapa lagi di Demokrat.
Bisa jadi, kata dia, Nazaruddin, menyimpan dendam karena Demokrat dan SBY tak mentolerir perbuatan korupsi yang dilakukannya saat menjabat Bendahara Umum Partai Demokrat di era Kepemimpinan Anas Urbaningrum.
“Tidak usah ditanggapi, dia tidak punya kapasitas. Berbeda jika yang bicara adalah DPD atau DPC. Itu baru bisa kita periksa. Tentu harus ada bukti. Bukan asal bicara saja,” ujarnya.
BACA JUGA : Wakpolda Sulsel Hadiri Vaksinasi di Pemkab Maros, ASN Berbondong-Bondong Divaksin Meski Sedang Puasa














