Meski Usia Sudah 80 Tahun, Aktivis Anti Korupsi Sebut JK Masih Fit dan Potensi Kingmaker Pilpres

Wapres RI ke 10 dan 12, Jusuf Kalla. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Ketua Forum Aliansi Kontra Korupsi (FAKK), Ahmad Mabbarani, mengatakan, peran politik Wakil Presiden RI ke 10 dan 12 (2004-2009 dan 2014-2019), Jusuf Kalla (JK) masih sangat kuat dan berpengaruh, meskipun usia JK kini sudah memasuki 80 tahun.
Pengaruh JK, ungkap Ahmad Mabbarani, tercermin saat perayaan acara syukuran 80 tahun usia JK, yang dihadiri tokoh politik, konglomerat dan sahabat-sahabat karibnya yang masih tetap setia.
Acara yang dirangkaikan peluncuran buku “Jusuf Kalla, Di Balik Beragam Isu” yang ditulis sahabatnya, Hamid Awaludin, itu dilaksanakan di The Opus Grand Ballroom The Tribrata Darmawangsa, Jakarta, Rabu (25/5/2022), kemarin malam.
“Pengaruh JK masih kuat di Pilpres nanti. Pak JK bisa menjadi kingmaker di balik Capres. Jaringan JK masih kuat di akar rumput dan pengaruhnya ke partai-partai juga masih kuat, termasuk jaringan internasionalnya, bisa memberi pengaruh di Pilpres nanti,” kata Ahmad Mabbarani saat berkunjung ke kantor menitindonesia.com, Jalan Andi Djemma nomor 2, Makassar, Kamis (25/5/2022).
Dia menuturkan, indikator kekuatan politik JK, selain berpengaruh ke sejumlah Parpol, Ahmad Mabbarani juga menilai, JK memiliki jaringan sampai ke ‘akar rumput’ karena JK dikenal sebagai tokoh kemanusiaan, memimpin PMI,  juga Ketua Dewan Mesjid Indonesia (DMI).
“DMI ini berpengaruh hingga ke imam-imam mesjid di seluruh nusantara, dan sosok JK bagi kalangan ummat, sangatlah dicintai dan masih diikuti. Apalagi JK setelah tidak menjabat Wapres, tetap eksis melakukan kegiatan keummatan dan kegiatan-kegiatan kemanusiaan, terutama saat pandemi melanda,” ujarnya.
Ahmad Mabbarani memprediksi, gestur politik JK akan memberi support full kepada Anies Baswedan pada Pilpres 2024 nanti. Menurutnya, Anies akan mengikuti dan mendengar saran-saran JK untuk menentukan siapa yang bakal menjadi pasangannya, apakah berpasangan dengan Ketua DPR RI, Puan Maharani atau berpasangan dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono.
Terkait hubungan JK dengan ibunda Puan, yakni Ketua Umum PDI Perjuangan, Hj Megawati Soekarnoputri dan hubungannya dengan ayahanda AHY, yakni Presiden RI ke-6, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ahmad menilai hubungan mereka sangat harmonis dan mereka setiap saat melakukan komunikasi politik.
“Satu hal yang dimiliki JK yakni kepandaiannya merawat hubungan dengan tokoh-tokoh lintas zaman, termasuk tokoh-tokoh masa kini. Ini yang jarang dimiliki kebanyakan pemimpin. JK diterima semua golongan. Jadi sulit menemukan tokoh sekaliber JK yang pengaruh politiknya tetap awet,” ucap Ahmad Mabbarani.
Tak hanya punya hubungan baik dengan Megawati atau SBY, juga hubungan JK dengan Ketua Umum Partai Gerindra, kata dia, sangat baik. Ahmad Mabbarani bilang, salah satu tokoh yang paling dihormati Prabowo Subianto ialah Jusuf Kalla.
“Nah, kalau JK menjadi kingmaker, tentu dia bisa meracik koalisi Prabowo, Anies dan Megawati. Bisa jadi, racikan politik mustajab di Pilpres, dengan menyatukan menjadi koalisi antara Megawati, SBY, Prabowo dan JK. Doa JK itu mustajab, karena dia selalu berangkat dari niat baik,” terangnya. (roma)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini