Yayasan Anak Rakyat Binaan Rudianto Lallo Bantu Korban Kebakaran di Rappokalling

Yayasan Anak Rakyat menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Rappokalling. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Yayasan Anak Rakyat Indonesia (YARI) turun langsung memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Jalan Ar. Dg Ngunjung, RT 7, RW 1, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo Kota Makassar, pada Senin (26/9/2022), kemarin.
Yayasan yang dibina langsung oleh Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo memberikan bantuan berupa sembako dan diterima langsung oleh korban kebakaran disaksikan Lurah Rappokalling, Salma.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung Ketua YARI, Sukarno Lallo, Wakil Ketua, Susuman Halim, Bendahara YARI Harpawan dan para anggota YARI.
Sukarno Lallo, mengucapkan turut berduka cita atas musibah kebakaran yang menimpa warga Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo Makassar.
“Kami atas nama keluarga besar Yayasan Anak Rakyat Indonesia turut berduka cita atas musibah yang menimpa saudara – saudara kita di Rappokalling, semoga bantuan ini dapat meringankan beban mereka dan dapat dimaanfatkan sebaik-baiknya,”ujar Sukarno Lallo usai menyerahkan bantuan, Selasa (27/9/2022).
Di kesempatan ini, Direksi PD Pasar Makassar itu, juga berharap kepada kerabat, sahabat korban dan warga sekitar agar turut memberikan bantuan yang menghanguskan 35 rumah dari 47 KK.

“Semoga para korban kebakaran diberikan kesabaran atas cobaan ini, semoga ada kebaikan dibalik musiba ini,” tuturnya.

Sementara itu, Lurah Rappokalling, Salma menyampaikan teriama kasih kepada YARI atas bantuan yang diberikan kepada warganya yang mengalami bencana kebakaran ini.
“Bantuan yang dibawakan YARI merupakan kebutuhan utama di Posko. Mewakili korban yang berjumlah 186 warga dengan 47 KK, saya menyampaikan banyak terima kasih kepada YARI dan Ketua DPRD Makassar, Pak Rudianto Lallo, Anak Rakyat,” ujar Salma.
Lebih lanjut, Salma mengatakan, saat ini para korban juga membutuhkan pakaian, selimut dan untuk perlengkapan anak. Kebutuhan itu, kata dia, masih minim dan berharap para warga atau siapun yang ingin membantu untuk menyertakan hal tersebut.
“Para korban tidak banyak yang menyelematkan pakaiannya, mereka hanya membawa pakaian dibadan, olehnya kepada masyarakat yang berkeinginan membantu untuk menyeratakan perlengkapan hari-hari,” tutupnya. (andi esse)