Sebelum Gabung PPP, Hatta Rahman Mundur Dari PAN Karena Merasa Tak Dihargai

Mantan Bupati Maros dua periode, Ir HM Hatta Rahman. (Foto: menit)
menitindonesia, MAROS – Mantan Bupati Maros dua periode (2010 – 2021) Ir HM Hatta Rahman, mengaku sudah lama mengundurkan diri dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan sudah menyampaikan surat pengunduran diri kepada pimpinan PAN sejak tanggal 29 Desember 2022.
“Sudah lama saya mundur dari PAN, sejak 2022. Saya mundur karena merasa tidak lagi dibutuhkan oleh PAN, setiap ada acara PAN saya tidak pernah lagi diundang,” kata Hatta Rahman kepada jurnalis media ini, Senin (3/4/2023).

BACA JUGA:
Surat Kapolri Diabaikan, KPK Akhiri Tugas Brigjen Endar Dari Jabatan Direktur Penyelidikan

BACA JUGA:
Hatta Rahman Hengkang dari PAN, Chaidir Syam: Kita Hargai Pilihan Politiknya

Hatta menuturkan, bahwa sejak ia tidak lagi menjabat Bupati Maros, komunikasi dengan partai yang pernah dibesarkannya itu terputus begitu saja. Hatta merasa diperlakukan oleh PAN seperti tebu, abis manis sepah dibuang.

BACA JUGA:
Target Kursi Pimpinan, PPP Maros Libatkan Hatta Rahman Rekrut Bacaleg

“Jadi saya anggap PAN hanya menghargai kadernya yang punya jabatan saja, setelah tak menjabat, tidak ada lagi penghargaan, kita dilupakan begitu saja,” ujar mantan Ketua DPD PAN Maros tiga periode itu.
Mengenai sikapnya memilih bergabung dengan PPP, ujar Hatta, itu ditempuhnya setelah ia melaksanakan ibadah umroh dan berdoa di Ka’bah, pas di depan Multazam.
“Saat umroh, saya berdoa di Ka’bah, pas di depan Multazam. Saya minta agar Allah menuntun saya memilih jalan yang terbaik. Waktu itu saya umroh sebelum memasuki bulan ramadan,” ungkapnya.
Setelah balik dari umroh, lanjut Hatta, Ketua PPP Maros, Hasmin Badoa, menghubunginya, bahwa pimpinan wilayah PPP Sulsel, Muhammad Fauzan AU, ingin bersilaturahmi ke kediamannya, di Maccopa, Maros.
Ternyata, dalam pertemuan silaturahmi itu, Pimpinan PPP Sulsel mengajak Hatta Rahman bergabung dengan PPP dan menawari menjadi calon legislatif (Caleg) yang mewakili daerah pemilihan (Dapil) Sulsel 2 meliputi Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Kota Parepare, Soppeng, Wajo, Bone, Sinjai dan Bulukumba.
Mendapat tawaran tersebut, kata Hatta, pihaknya meminta waktu untuk melakukan shalat istikharah, sekaligus ingin berbicara dulu dengan keluarga besarnya untuk meminta masukan.
“Saat ditawari jadi Caleg, saya tidak langsung memutuskan, tapi saya minta waktu untuk bicara dengan keluarga sekaligus istikharah dulu untuk mendapatkan petunjuk,” ujar Hatta.
Beberapa hari kemudian, Wakil Ketua Umum PPP, Dr H Amir Uskara, didampingi Ketua PPP Sulsel, Muhammad Fausan dan Ketua PPP Maros, Hasmin Badoa, kembali mendatangi kediaman Hatta.
“kami merasa sangat dihargai oleh PPP dan semua keluarga juga mendukung. Saya juga merasa inilah jawaban dari doa saya di depan Ka’bah, jadi saya mantapkan hati bergabung. Apalagi saya sudah bukan lagi kader PAN, sudah lama jomblo dari parpol sejak mundur,” jelasnya.
Setelah sepakat, lanjut Hatta, dirinya pun langsung diangkat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Wilayah PPP Sulsel dan diberikan peran dalam penyusunan Caleg PPP untuk menghadapi Pemilu 2024.
Sebelumnya, Ketua DPD PAN Maros AS Chaidir Syam, saat dikonfirmasi mengenai mundurnya Hatta Rahman dari PAN, mengatakan, bahwa pihaknya tetap menghargai pilihan politik Hatta Rahman.
“Secara pribadi, Pak Hatta ini panutan saya, persoalan beda partai bukan berarti persaudaraan lepas, pilihan politik harus dihargai, tidak boleh jadi alasan permusuhan,” ujar Chaidir Syam beberapa waktu lalu. (asrul nurdin)