Tak Hadiri Panggilan Kejagung, Airlangga Hartarto: Saya Ada Agenda

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, tak sempat menghadiri pemeriksaan Kejagung soal perkara korupsi ekspor minyak goreng (CPO) karena punya agenda lain. (ist)
menitindonesia, JAKARTA – Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan klarifikasinya, tak sempat menghadiri panggilan Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait perkara korupsi ekspor crude palm oil (CPO), karena memiliki agenda lain.
“Ada agenda, agenda sendiri,” kata Airlangga Hartarto saat dikonfirmasi, dikutip di Jakarta, Rabu (19/7/2023).
BACA JUGA:
Makassar F8, Danny Pomanto Undang Khusus Konjen Australia yang Baru
Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana, mengatakan, pihaknya akan memanggil ulang Ketua Umum Partai Golkar itu untuk diperiksa terkait dugaan perkara korupsi izin ekspor CPO (minyak sawit mentah) pada periode 2021-2022. “Kami harap semua warga negara patuh hukum,” katanya.
BACA JUGA:
Dulu Berhadapan Aktivis vs Tentara, Kini Budiman Sudjatmiko Dukung Prabowo
Ketut Sumedana mengungkapkan, pemanggilan kepada Airlangga itu dilakukan untuk mendalami kebijakan yang diambil Airlangga kala itu, khususnya terhadap perusahaan yang terlibat pada perkara korupsi tersebut.
Akibat kebijakan itu, ungkap Ketut, negara telah mengalami kerugian yang sangat besar. “Menurut putusan Mahkamah Agung, kurang lebih Rp6,7 triliun kerugiannya. Ini yang kita usut,” ungkapnya.
Dalam kasus ini, menurut Ketut, Kejagung telah menetapkan 5 tersangka. Tiga di antaranya berasal dari pihak korporasi, dan dua orang lainnya, yakni mantan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardghana, dan Asisten Menko Pererkonomian, Wibinanto Halimjati alias Lin Che Wei. “Kelimanya sudah diadili, namun jaksa kecewa karena hukumannya ringan,” pungkasnya. (AE)