Diduga Memeras Syahrul YL, Advokat Senior Desak Firli Bahuri Mundur dari Ketua KPK

Foto Syahrul YL saat menemui Ketua KPK Firli Bahuri di lapangan Bulu Tangkis. Seorang pria di sebelah Syahrul nampak memegang lututnya. Insert, Advokat Senior, Aldrin Bulen. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Pengacara senior di Kota Makassar Drs. Aldin Bulen, S.H., M.H., mendesak Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri segera mengundurkan diri dari Ketua KPK. Aldin mengatakan, naiknya laporan di Polda dari penyelidikan ke penyidikan atas dugaan perkara pemerasan yang dilakukan oknum Pimpinan KPK terhadap Syahrul Yasin Limpo, telah mencoreng marwah KPK.
“Kalau penyelidikan perkara pemerasan yang diduga dilakukan oknum pimpinan KPK sudah dinaikkan statusnya ke penyidikan, berarti persepsi hukum kita bisa menduga kalau saudara Firli Bahuri sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya,” kata Aldin Bulen melalui keterangannya kepada jurnalis media ini, Minggu (8/10/2023)
BACA JUGA:
Sosialisasi Perda Kepemudaan, Aisyah: Pemuda Harus Kreatif, Cerdas, dan Demokratif
Menurut dia, pengunduran diri Firli Bahuri sangat penting dilakukan agar tingkat kepercayaan publik terhadap KPK tidak tergerus. “Ini masalah serius. KPK ini adalah lembaga penegak hukum yang memiliki tugas extra ordinary, memberantas korupsi. Jadi kalau publik sudah tidak percaya lagi, berarti KPK tidak lagi diperlukan,” ujar Aldrin.
Dia menerangkan, peristiwa hukum yang pernah menerpa Abraham Samad, ketika menjadi Ketua KPK pada 2011-2015. Setahun sebelum mengakhiri masa jabatannya, kata Aldin, Abraham Samad dijadikan tersangka kasus pengurusan kartu keluarga saat Abraham menjadi makelar pengurusan paspor di Kantor Imigrasi. “Meskipun jelas kasus Abraham hanya tipiring, tapi karena dia jadi tersangka di Polda Sulsel, yah dia secara jantan mundur dari Ketua KPK,” jelasnya.
BACA JUGA:
Perlindungan Anak Korban Jaringan Terorisme, Indira Yusuf Ismail Tanamkan Pendidikan Moral dan Karakter
Terkait pengumuman Polda Metro Jaya atas kasus pemerasan terhadap Syahrul YL itu, Aldin meminta supaya Kapolda Metro Jaya segera mengumumkan secara tegas siapa tersangka kasus pemerasan itu, apakah Firli atau ajudan dia.
“Kan refrensi dan bukti adanya dugaan pemerasan itu, salah satunya adalah beredarnya foto Firli ‘ongkang kaki’ dengan pakaian sporty menerima Syahrul yang lagi pegang ‘tangannya sendiri’ dan seorang pria lagi sedang pegang lutut di lapangan tenes. Berarti logika hukumnya, Polda sudah mengincar Firli sebagai tersangka kasus pemerasan dan penyelewengan jabatan ini, karena pimpinan KPK dilarang menemui orang yang sedang berperkara di KPK. Ini tak etis. Ini melanggar, ya harus mundur apalagi kalau sudah jadi tersangka,” ujar dia.
IMG 20231008 WA0007
Presiden Jokowi menghadiri panen raya di Desa Ciasem, Subang, Jawa Barat, Minggu (8/10/2023). Jokowi hadir di tengah sawah tanpa Syahrul YL.

Jokowi Cari Tahu, Apa Betul Firli Memeras Syahrul YL

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan sibuk mencari informasi dugaan pemerasan yang dilakukan Firli. Namun, Jokowi mengaku, hingga saat ini belum mendapatkan informasi detail soal tersebut. “Belum tahu permasalahannya secara detail karena ini masih simpang siur,” kata Jokowi saat dikonfirmasi Wartawan di Jakarta, Sabtu (7/10), kemarin.
Namun, Jokowi mengaku, dirinya tidak mau mengomentari prihal Firli Bahuri. Dia khawatir jika berkomentar dirinya dinilai turut campur tangan dalam kasus Firli. “Nanti ada yang bilang saya mengintervensi. Saya hanya mencari informasi,” katanya.
Sebelumnya, Firli diduga terlibat pemerasan terhadap bekas Mentan Syahrul YL yang tersangkut perkara korupsi di Kementan yang ditangani KPK. Dugaan kasus itu terbongkar, setelah dilaporkan ke Polda Metra Jaya, diduga oleh Syahrul YL sendiri sebagai pelapor–korban pemerasan–pada 12 Agustus 2023, lalu.
Pemerasan terhadap Syahrul, berlangsung sejak 2020-2023. Atas peristiwa itu, Jokowi berharap agar ini ditangani oleh kepolisian, KPK atau Kejaksaan. “Saya nggak mau dibilang mengintervensi,” ucapnya. (AE)