Polemik Pengangkatan Felicitas Jadi Komisaris Independen, Dirut BSI: Tak Ada Hubungannya Dengan Uang Muhammadiyah

FOTO: dr. Felicitas Tallulembang, Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia - BSI. (ist)
menitindonesia, JAKARTA – Pengangkatan dr. Felisitas Tallulembang sebagai komisaris independen Bank Syariah Indonesia (BSI), tak berkait dengan penarikan dana besar-besaran oleh Muhammadiyah. Felicitas, oleh sebahagian orang, dianggap tidak memiliki backgroud perbankan.
Diketahui, Felicitas Tallulembang, diangkat sebagai komisaris independen, dan bersama jajaran komisaris BSI lainnya, mereka dilantik pada 17 Mei 2024, silam. Adapun mereka yang dilantik bersama Felicitas, yakni Muliaman D. Hadad, Adiwarman Azwar Karim, Komaruddin Hidayat, Mohamad Nasir, Suyanto, Masduki Badlowi, Abu Rakhmat, Fauzi dan Nazaruddin.
BACA JUGA:
Habis Shalat Idul Adha 1445 H, PJ Sekda Kota Makassar Rajut Silaturahmi Lewat Open House
Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, menjelaskan, Felicitas dan jajaran pengurus lainnya, sebelum dilantik, telah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain dari OJK, BSI juga merilis, bahwa Felicitas diangkat sebagai komisaris independen berdasarkan hasil Uji Kemampuan dan Kepatutas atau fit and proper tes.
“Kami yakin keputusan pemegang saham ini akan menjadi pengurus perseroan semakin solid, meraih kinerja yang berkelanjutan,” kata Hery Gunardi, dikutip di Jakarta, Senin (17/6/2024).
BACA JUGA:
Akbar Endra Sebut SYL Bukan Politisi Kotor: Pemimpin Sejati, Mau Tanggung Jawab Seburuk Apapun Itu
Dia menegaskan, pengangkatan Felicitas bersama dewan pengurus lainnya, pun dilakukan dalam rapat umum pemegang saham tahunan, yang saat itu, digelar secara luring dan daring. Selain memutuskan pengangkatan komisaris baru, dalam rapat itu, BSI juga memutuskan nilai pembagian deviden tunai.
Sehingga, kata Hery, pengangkatan Felicitas ini, sudah melalui prosedure yang benar dan bukan menjadi alasan bagi ormas Muhammadiyah memutuskan untuk menarik semua dananya yang disimpan di BSI secara besar-besaran.
Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi Bisnis dan Industri Halal, Anwar Abbas, mengatakan, porsi penempatan dana Muhammadiyah selama ini, terlalu terkonsentrasi di BSI.
Dengan alasan itu, ungkap Anwar, Muhammadiyah khawatir ini nanti, bisa menimbulkan resiko konsentrasi atau concentration risk. “Sehingga bank-bank syariah lainnya, tidak bisa berkompetisi dengan margin yang ditawarkan oleh BSI,” ujarnya.
Menurut Anwar, bila hal ini dibiarkan, maka persaingan di antara bank-bank syariah berlangsung tidak sehat. “Dan ini jelas tidak kita inginkan,” ucap dia.
Dari situ, lanjut Anwar, Muhammadiyah ingin mengambil peran pada terciptanya persaingan yang sehat antara perbankan syariah. “Untuk itu, Muhammadiyah ingin menata banyak hal yang terkait dengan dunia perbankan, terutama menyangkut penempatan dana,” kata dia.
Untuk diketahui, dr Felicitas Tallulembang, adalah isteri dari tokoh pejuang reformasi 98,  Andi Rudianto Asapa. Almarhum Rudianto Asapa, kader Partai Gerindra dan pernah menjabat Bupati Sinjai dua periode. Rudianto merupakan sahabat karib Prabowo Subianto.
(AE)