menitindonesia, MAKASSAR – Pengusaha ternama, Annar Salahuddin Sampetoding (ASS), resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembuatan dan peredaran uang palsu oleh Polres Gowa.
Penetapan ini terjadi setelah pemeriksaan maraton selama dua hari yang mengungkap peran Annar diduga sebagai donatur utama sindikat tersebut.
Kasus ini berpusat di dua lokasi strategis, yakni kediaman Annar di Jl Sunu dan gedung Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar.
Annar diduga membujuk mantan Kepala Perpustakaan UIN Alauddin, Dr. Andi Ibrahim, untuk menjadikan kampus sebagai tempat pencetakan uang palsu dengan janji keuntungan besar.
Proses penahanan Annar sempat tertunda akibat kondisi kesehatannya yang memburuk. Mengeluhkan penyakit jantung dan prostat, ia dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar, pada Jumat malam. Annar kini menjalani perawatan di ruang Love Bird, dengan pengawalan ketat polisi selama 24 jam.
“Kondisinya lemas, namun sadar. Sesuai hak tersangka, dia harus mendapatkan perawatan medis,” ujar Kapolres Gowa, AKBP Rheonald Simanjuntak.
Meski begitu, polisi memastikan proses hukum tetap berjalan.
Annar disebut mengirimkan dana melalui Jhon Biliater, orang kepercayaannya, untuk membeli bahan baku, termasuk mesin cetak uang palsu seharga Rp600 juta yang didatangkan langsung dari China.
Mesin tersebut ditempatkan di ruang perpustakaan UIN Alauddin, dengan styrofoam di sekeliling ruangan untuk meredam suara pencetakan.
Polisi telah menyita mesin tersebut sebagai barang bukti. Total, 19 tersangka telah ditetapkan dalam kasus ini, termasuk Dr. Andi Ibrahim. Dua lainnya masih buron.
Annar didampingi keluarga saat dirawat, dengan komunikasi terbatas untuk mendukung penyelidikan. Polisi optimistis bahwa tersangka akan tetap kooperatif.
“Kami yakin bukti sudah cukup kuat. Penyidik akan terus mengembangkan kasus ini,” tegas Kapolres Gowa.
Dalam perkembangan terbaru, seorang tersangka buron berinisial AR berhasil ditangkap, menyisakan dua orang yang masih dalam pencarian.
Kasus yang melibatkan kampus UIN Alauddin dan pengusaha besar ini menjadi sorotan nasional. Dengan mesin cetak mahal, strategi operasional canggih, dan keterlibatan tokoh penting, kasus ini membuka tabir sindikat uang palsu yang beroperasi rapi. Polisi menjanjikan pengungkapan lebih lanjut dalam konferensi pers mendatang.