Daftar Tunggu Haji di Maros Capai 11 Ribu Orang, Waktu Tunggunya Hingga 38 Tahun

Suasana di depan Ka'bah (Ist)
menitindonesia, MAROS – Antrean panjang untuk menunaikan ibadah haji di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terus meningkat setiap tahunnya.
Hingga 2025, jumlah calon jemaah haji yang masih menunggu giliran keberangkatan mencapai 11.356 orang, dengan estimasi waktu tunggu hingga 38 tahun.
Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Maros, Ahmad Ihyadin, mengungkapkan data terbaru per 28 Februari 2025, menunjukkan pendaftar laki-laki mencapai 4.462 orang, sedangkan perempuan lebih banyak, yakni 6.894 orang.
“Kuota haji yang diberikan untuk Kabupaten Maros tahun ini sebanyak 296 orang, ditambah 10 kuota khusus untuk jemaah lansia,” jelas Ahmad pada Senin (3/3/2025).

BACA JUGA:
Biaya Haji 2025 Resmi Turun, Ini Penjelasan Menteri Agama RI

Jemaah haji tertua yang akan berangkat tahun ini berusia 87 tahun, sementara yang termuda baru berusia 18 tahun.
“Saat ini proses pelunasan biaya haji masih berlangsung hingga 14 Maret mendatang. Tahun ini, biaya yang harus dibayarkan calon jemaah sebesar Rp30.350.000, mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp34 juta,” tambahnya.
Hingga saat ini, 83 persen jemaah telah melakukan pelunasan. Setelah proses ini selesai, Kemenag akan membentuk rombongan dan regu sebagai bagian dari persiapan pemberangkatan jemaah.
Antrean panjang haji yang terus bertambah menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Maros yang ingin menunaikan rukun Islam kelima.
Dengan waktu tunggu yang mencapai hampir empat dekade, banyak pendaftar yang harus bersabar hingga tiba gilirannya untuk berangkat ke Tanah Suci.