Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, saat mengumumkan penyesuaian harga tiket pesawat rute domestik periode Angkutan Lebaran di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, pada Sabtu (01/3) siang.
menitindonesia, JAKARTA – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) resmi menurunkan tarif jasa kebandarudaraan guna mendukung penurunan harga tiket pesawat pada periode angkutan Lebaran 2025.
Kebijakan ini diharapkan dapat memperlancar arus mudik dan meningkatkan mobilitas masyarakat selama Hari Raya Idul Fitri 1446 H.
Direktur Utama InJourney Airports, Faik Fahmi, menjelaskan, ada dua tarif jasa yang akan dipangkas 50 persen, mulai dari Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) dan Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U). Hal ini berlaku di seluruh bandara yang dikelola InJourney Airports.
“Penurunan tarif PJP2U langsung berdampak pada harga tiket pesawat, sementara penurunan tarif PJP4U meringankan operasional maskapai. Ini adalah kontribusi nyata kami dalam membantu masyarakat mendapatkan tiket lebih terjangkau,” katanya Senin (03/03/2025).
Ia berharap kebijakan ini tidak hanya mempermudah akses transportasi udara tetapi juga membantu pemerataan ekonomi sesuai dengan visi Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Kami berharap penurunan tarif jasa bandara ini dapat mendukung mobilitas masyarakat selama masa Hari Raya Idul Fitri 1446 H,” ujar Faik Fahmi.
Lebih lanjut ia menjelaskan, sebanyak 37 bandara InJourney Airports akan menerapkan pemotongan tarif PJP2U sebesar 50% bagi penumpang pesawat dengan tiket penerbangan domestik kelas ekonomi dan penerbangan tambahan (extra flight).
Diskon ini berlaku untuk pemesanan tiket pada periode 1 Maret – 7 April 2025, dengan jadwal keberangkatan antara 24 Maret – 7 April 2025.
PJP2U, atau yang lebih dikenal sebagai Passenger Service Charge (PSC), adalah biaya pelayanan bandara yang dititipkan dalam harga tiket pesawat.
“Dengan penurunan tarif ini, harga tiket pesawat otomatis menjadi lebih murah bagi calon penumpang,” terangnya.
Selain mengurangi biaya yang ditanggung penumpang, InJourney Airports juga memberikan keringanan bagi maskapai dengan memangkas tarif Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U) sebesar 50%.
Kebijakan ini berlaku khusus untuk penerbangan domestik pada periode 24 Maret – 7 April 2025.
“Kami mengelola bandara berbasis ekosistem, di mana seluruh pihak harus bersinergi untuk pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan penurunan tarif PJP4U, kami berharap maskapai bisa mengoptimalkan operasional mereka selama masa angkutan Lebaran,” lanjutnya.
Seiring dengan kebijakan ini, InJourney Airports juga meningkatkan kesiapan operasional bandara dengan menyesuaikan jam operasional menjadi 24 jam untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan penumpang.
Beberapa bandara yang dipastikan beroperasi 24 jam selama periode angkutan Lebaran antara lain Soekarno-Hatta di Tangerang, I Gusti Ngurah Rai di Bali, Kualanamu di Deli Serdang, Halim Perdanakusuma di Jakarta, Hang Nadim di Batam, Sultan Hasanuddin di Makassar, dan Sam Ratulangi di Manado.