menitindonesia, JAKARTA – PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) resmi mendapatkan persetujuan merger dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar hari ini, Selasa (25/3/2025).
Merger ini melahirkan entitas baru bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart), yang siap bersaing di industri telekomunikasi nasional.
BACA JUGA:
Surya Paloh, Jokowi, dan Puan Maharani Duduk Bersama di Buka Puasa NasDem: Simbol Persatuan Politik
Selain pengesahan merger, RUPS juga mengumumkan susunan direksi dan komisaris XLSmart. Dua nama yang menjadi sorotan adalah Arsjad Rasjid, Mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) periode 2021-2026, yang didapuk sebagai Presiden Komisaris, serta Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri Indonesia ke-17, yang dipercaya sebagai Komisaris Independen.
Direktur Sinarmas, Franky Oesman, turut mengomentari komposisi komisaris baru ini. “Ada Pak Arsjad yang jadi Presiden Komisaris. Terus, Ibu Menteri, Eks Menteri Luar Negeri Ibu Retno. Jadi biasanya beliau itu pakai sepatu satu biru, satu merah,” ujarnya sambil berseloroh dalam acara di Jakarta.
BACA JUGA:
Korupsi Gaya Lama di OKU: Tiga Anggota DPRD Tagih Fee Proyek Jelang Lebaran, KPK Bertindak!
Merger ini diharapkan membawa dampak positif bagi industri telekomunikasi Indonesia, terutama dalam memperkuat infrastruktur digital dan layanan kepada pelanggan. Dengan sinergi antara XL Axiata dan Smartfren, XLSmart diyakini mampu menghadirkan inovasi dan layanan yang lebih kompetitif di pasar.
Apa Dampak Merger Ini?
Konsolidasi Infrastruktur: Penggabungan jaringan dan teknologi antara XL Axiata dan Smartfren akan meningkatkan kualitas layanan.
Efisiensi Operasional: Merger ini akan menciptakan efisiensi biaya dan memperkuat daya saing perusahaan di sektor telekomunikasi.
Dampak Saham: Investor mencermati langkah strategis ini sebagai peluang pertumbuhan bagi kedua perusahaan.
Ke depan, XLSmart berencana memperluas jangkauan layanan dan mempercepat digitalisasi di Indonesia. Dengan kepemimpinan Arsjad Rasjid dan Retno Marsudi, perusahaan ini diharapkan mampu membawa gebrakan baru di industri telekomunikasi.
(akbar endra | Menit Indonesia)














