Krisis Daya Tampung SMP Negeri, Wali Kota Makassar: Prioritaskan Kualitas, Bukan Kuantitas

menitindonesia, MAKASSAR – Sekitar 8.000 lulusan Sekolah Dasar (SD) di Makassar terancam tidak tertampung di Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri tahun ini.
Pemerintah Kota Makassar kini tengah mencari solusi agar seluruh anak bisa tetap mengakses pendidikan yang layak.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan, kerja sama dengan sekolah swasta menjadi opsi strategis dalam mengatasi keterbatasan daya tampung SMP negeri.
“Kita harus duduk bersama, berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan sekolah swasta agar distribusi siswa berjalan dengan baik. Tapi jangan hanya fokus pada kuantitas, kualitas pendidikan juga harus dijaga,” kata Munafri, Kamis (22/5/2025).

BACA JUGA:
Pemkot Makassar dan PLN Bahas Percepatan Listrik untuk Wilayah Kepulauan

Munafri yang akrab disapa Appi menambahkan, pemetaan daya tampung sekolah swasta akan menjadi langkah awal. Bila perlu, Pemkot Makassar siap mempertimbangkan penambahan ruang kelas atau bahkan pembangunan sekolah baru.
Selain persoalan kapasitas, Appi menyoroti pentingnya standarisasi pendidikan di sekolah swasta. Ia menilai masih banyak orang tua yang ragu memilih sekolah swasta karena dianggap kualitasnya belum setara dengan sekolah negeri.
“Tidak semua sekolah memiliki standar yang sama. Karena itu, kita harus memiliki landasan yang jelas agar sekolah swasta minimal setara dengan sekolah negeri,” tegasnya.
Appi juga menyoroti rasio ideal jumlah siswa per kelas. Ia menegaskan bahwa satu kelas sebaiknya tidak melebihi 32 siswa agar proses belajar-mengajar tetap optimal.
“Kalau pendaftar melebihi kuota, apakah harus dibagi dua kelas? Ini harus dipikirkan matang-matang demi menjaga mutu pendidikan,” ucapnya.