Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri agenda resmi. Kinerjanya dinilai baik, tapi kurang dioptimalkan melalui media sosial, kata Burhanuddin Muhtadi.
Burhanuddin Muhtadi dari Indikator Politik Indonesia menilai Gubernur Khofifah bisa meraih kepuasan publik lebih tinggi jika lebih aktif di media sosial. Simak hasil survei dan analisanya di sini.
menitindonesia, JAKARTA — Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, memberikan masukan tajam kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Dalam rilis survei terbaru, Burhanuddin menyebutkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Khofifah sebenarnya sudah cukup tinggi. Namun, angka tersebut dinilai belum maksimal karena kurangnya strategi komunikasi di media sosial.
“Khofifah itu satu-satunya gubernur perempuan di Pulau Jawa, dan sudah menjabat dua periode di Jawa Timur. Dia petarung. Dulu dia pernah kalah saat melawan Pakde Karwo, tapi tetap bangkit dan menang,” ujar Burhanuddin, menggarisbawahi karakter tangguh Khofifah, dikutip media ini, Jumat (29/5/2025).
Namun, di tengah capaian tersebut, Burhanuddin menyayangkan lemahnya pemanfaatan media sosial oleh Khofifah. Menurutnya, medsos seharusnya bisa menjadi alat penting untuk memperkuat persepsi publik dan menyampaikan program kerja secara langsung ke masyarakat.
“Medsos Mbak Khofifah agaknya kurang maksimal. Andai medsosnya lebih aktif, tingkat kepuasan publik bisa lebih tinggi,” tegas Burhanuddin.
Karikatur Khofifah Indar Parawansa
Kepuasan Tinggi, Tapi Bisa Lebih
Berdasarkan temuan Indikator Politik Indonesia (IPI), berikut adalah hasil survei atas kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur Jawa Timur: Sangat puas: 14%, Cukup puas: 62%, Kurang puas: 18%, Tidak puas sama sekali: 3%,, Tidak menjawab: 4%.
Jika dilihat dari angka tersebut, sebesar 76% responden merasa puas (gabungan dari sangat puas dan cukup puas). Namun Burhanuddin menekankan bahwa angka itu bisa lebih tinggi lagi, mengingat posisi Khofifah sebagai satu-satunya gubernur perempuan di Jawa yang sudah menjabat dua periode.
“Jawa Timur itu wilayah kompetitif secara politik, sebesar 75%. Citra kuat pemimpin perempuan seperti Khofifah seharusnya bisa lebih terangkat jika komunikasi digitalnya aktif,” tambahnya.
Medan Politik 2029 dan Citra Digital
Di tengah dinamika politik nasional menuju 2029, peran komunikasi publik, terutama melalui media sosial, menjadi krusial. Pemimpin daerah yang mampu membangun koneksi langsung dengan warganya melalui platform digital akan lebih unggul dalam membentuk persepsi dan kepercayaan publik.
Khofifah yang memiliki latar belakang kuat di organisasi perempuan dan sosial keagamaan, sebetulnya memiliki banyak modal sosial yang bisa dioptimalkan.
Kini, publik menunggu apakah masukan dari Burhanuddin akan direspons oleh tim komunikasi Khofifah. Menggencarkan medsos bukan sekadar demi pencitraan, melainkan sebagai bagian dari akuntabilitas kepemimpinan yang transparan dan partisipatif.