Tidak ada jembatan, puluhan siswa di Desa Bonto Manurung seberangi sungai menggunakan gondola. (bkr)
menitindonesia, MAROS – Tak ada jembatan, puluhan siswa di Dusun Makmur, Desa Bonto manurung, Kecamatan Tompobulu, harus menggunakan gondola untuk menyeberangi sungai menuju sekolah.
Kondisi itupun ditanggapi serius oleh Anggota komisi I DPRD Maros, Alwyldan Mustahir yang juga merupakan warga dari Tompobulu.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Maros untuk segera menganggarkan pembangunan jembatan untuk warga, utamanya bagi anak sekolah yang setiap hari melewati akses itu.
“Setahu saya, rencana pembangunan jembatan itu sudah ada sejak jaman Bupati Hatta Rahman. Namun sampai saat ini belum juga direalisasikan,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (28/08/2025).
Menurut Wyldan, gondola yang dipasang oleh warga itu hanya penyeberangan darurat yang digunakan saat air sungai mulai tinggi dan arusnya deras.
Sebelumnya, warga kadang membuat jembatan darurat dari susunan batu yang diberi papan di atasnya agar bisa dilalui kendaraan roda dua pengangkut gabah atau hasil kebun.
“Akses itu memang paling dekat ke jalan poros atau ke SDN Gattarang. Ada jalur lain tapi jauh karena harus berputar ke jalur Pucak,” sambungnya.
Selain jembatan, Politisi muda PAN itu juga meminta Dinas Pendidikan untuk membuka kelas jauh Sekolah Dasar di wilayah Dusun Makmur atau di Pattiro.
Kelas jauh itu, nantinya bisa digunakan anak-anak untuk belajar, tanpa harus menyeberang ke SDN Gattarang yang terbilang cukup jauh bagi siswa dari Dusun Makmur dan Pattiro.
“Kalau ada kelas jauh, mereka tidak lagi harus menyeberang sungai. Karena bahaya sekali, apa lagi saat musim hujan. Kebanyakan mereka tidak sekolah karena takut lewat sungai,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PUPR Maros, Alfian Amri mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang agar bisa menganggarkan pembangunan jembatan di sungai itu.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Balai, Insya ALlah besok kami akan turun untuk melakukan kunjungan langsung ke lokasi,” kata Alfian.