Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar, saat menjadi narasumber Podcast KataBPOM di studio YouTube membahas Advanced Therapy Medicinal Product (ATMP) dan stem cell sebagai inovasi terapi canggih masa depan.
Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., menjelaskan secara ilmiah tentang Advanced Therapy Medicinal Product (ATMP), termasuk terapi gen, terapi sel, hingga stem cell, dalam Podcast KataBPOM Episode 19. Inovasi terapi canggih ini dipandang sebagai harapan masa depan pengobatan modern di Indonesia.
menitindonesia, JAKARTA – Perkembangan ilmu kedokteran terus menghadirkan harapan baru bagi dunia kesehatan. Salah satunya adalah Advanced Therapy Medicinal Product (ATMP) atau Produk Terapi Advanced, sebuah inovasi yang kini menjadi sorotan global karena kemampuannya menjawab tantangan penyakit-penyakit kompleks.
Dalam Podcast KataBPOM Episode 19 yang diunggah pada Sabtu (7/9/2025), Prof. Taruna Ikrar, hadir sebagai narasumber untuk memberikan penjelasan mendalam mengenai ATMP. Menurutnya, terapi canggih ini mencakup berbagai pendekatan modern dalam pengobatan, termasuk terapi gen, terapi sel, hingga stem cell (sel punca) yang banyak diperbincangkan masyarakat.
“Banyak yang bertanya, apakah stem cell juga termasuk dalam ATMP? Bagaimana regulasi dan pengembangannya di Indonesia? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang kami jawab secara ilmiah agar masyarakat mendapat informasi yang tepat,” jelas Prof. Taruna Ikrar.
BPOM, sebagai lembaga negara yang bertanggung jawab atas pengawasan obat dan makanan, memainkan peran penting dalam memastikan bahwa inovasi kesehatan seperti ATMP dapat dikembangkan dengan aman dan bermanfaat bagi masyarakat.
Prof. Taruna Ikrar menekankan bahwa pemahaman publik mengenai terapi canggih ini sangatlah penting. Tanpa informasi yang akurat, masyarakat rentan terjebak pada opini tanpa dasar ilmiah. Melalui Podcast KataBPOM, BPOM berupaya memberikan edukasi yang terpercaya dan mudah dipahami.
“Bukan opini atau katanya, pastikan informasi dari KataBPOM,” tegasnya.
Bagi yang ingin memahami lebih jauh mengenai terapi masa depan ini, Anda bisa menyimak penjelasan lengkap Prof. Taruna Ikrar di Podcast KataBPOM Episode 19 melalui tautan berikut: