Taruna Ikrar Gaet 150 Pengusaha Korsel: Investasi Produk Kesehatan Mengalir ke Indonesia

Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar, saat menyampaikan sambutan di hadapan 150 pengusaha Korea Selatan pada Jakarta International Premium Products Fair 2025 di JCC, Jakarta.
  • Ajak pengusaha Korea Selatan berinvestasi di sektor kesehatan Indonesia, mulai obat-obatan, skincare, makanan sehat, hingga minuman kesehatan. Langkah ini dorong transfer teknologi dan lapangan kerja menuju Indonesia Emas 2045.
menitindonesia, JAKARTA – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M. Biomed, Ph.D., menyampaikan visi lembaganya di hadapan 150 pengusaha asal Korea Selatan, di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (11/9/2025).
Taruna juga mengajak mereka untuk bersama membangun masa depan industri kesehatan Indonesia.
“Indonesia adalah pasar produk kesehatan dan bisa menjadi mitra strategis untuk riset, produksi, dan distribusi produk kesehatan yang berkualitas,” kata Taruna Ikrar.
BACA JUGA:
Menko Kumham Yusril Tinjau Tahanan Kerusuhan DPRD Sulsel
Ia menekankan, potensi Indonesia luar biasa besar. Dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa dan kelas menengah yang terus tumbuh, kebutuhan terhadap obat-obatan, makanan sehat, skincare, hingga minuman kesehatan makin meningkat.
Lebih jauh, Taruna menegaskan komitmen BPOM menghadirkan regulasi transparan, efisien, dan ramah investasi. Menurutnya, masuknya investasi Korea Selatan akan membawa tiga manfaat nyata: transfer teknologi, peningkatan kapasitas SDM, dan terbukanya lapangan kerja baru.
“Setiap investasi yang masuk bukan hanya membawa produk, tapi juga membuka kesempatan kerja bagi rakyat Indonesia,” ujarnya.

Sinergi ABG: Kunci Inovasi Berkelanjutan

Dalam presentasinya, Taruna kembali mengingatkan pentingnya konsep ABG (Academic, Business, Government). Menurutnya, kolaborasi perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah adalah fondasi yang bisa melahirkan inovasi berkelanjutan.
BACA JUGA:
BPOM Perkuat Pengawasan Program MBG, Taruna Ikrar: Makan Bergizi Gratis Investasi Jangka Panjang
Sebagai contoh, ia mendorong riset bersama universitas di Indonesia dan Korea Selatan dalam pengembangan obat berbasis bioteknologi. “Inovasi bisa lahir di kampus, diproduksi oleh industri, dan segera sampai ke masyarakat dengan standar keamanan tinggi,” katanya.

Dukungan Korsel dan Antusiasme Investor

Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Park Sudeok Construction, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. “Kami melihat Indonesia sebagai mitra dengan potensi luar biasa. Dengan dukungan BPOM, kerjasama ini diharapkan membawa manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” ujarnya.
Sementara itu, dua pengusaha Korsel, Kim Chun Ho dan Lee Jong Sang, mengaku antusias. Mereka melihat peluang besar memperluas jejaring bisnis sekaligus mendukung agenda pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.

Pameran Produk Kesehatan

Momentum ini juga ditandai dengan Pameran Produk Kesehatan yang digelar di JCC. Sebanyak 150 stand dari pengusaha Korea Selatan memamerkan produk unggulan, mulai dari obat modern, pangan fungsional, minuman kesehatan, hingga skincare berbasis inovasi terbaru.
Langkah Taruna Ikrar ini menjadi bukti bahwa Indonesia tidak lagi hanya dipandang sebagai pasar, tapi mitra yang siap bergerak bersama dalam industri kesehatan global. (andi esse)