Kepala BPOM RI Prof. Taruna Ikrar menerima audiensi Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, H.E. Mr. Faisal Bin Abdullah H. Amodi, di Ruang Tamu Kepala BPOM RI, Jakarta Pusat.
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menegaskan transformasi BPOM ke tahap baru: dari pengawasan farmasi dan makanan kini berkontribusi pada ekonomi nasional. Audiensi bersama Dubes Arab Saudi dan sinergi dengan SFDA membuka jalan bagi produk perikanan Indonesia menembus pasar global.
menitindonesia, JAKARTA – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Taruna Ikrar, menegaskan bahwa lembaga yang ia pimpin kini memasuki babak baru dalam perjalanannya. Jika dulu BPOM hanya dikenal dalam lingkup T1: pengawasan farmasi, lalu berkembang ke T2: pengawasan farmasi dan makanan, kini BPOM telah bergerak lebih jauh ke T3: kontribusi nyata bagi ekonomi nasional.
“Pengawasan bukan cuma perlindungan kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak daya saing produk Indonesia di pasar global,” ujar Taruna Ikrar, Jumat (19/9/2025).
Menerima Tamu Kehormatan di Ruang Tamu Kepala BPOM
Bertempat di Ruang Tamu Kepala BPOM RI, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Taruna menerima tamu kehormatan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, H.E. Mr. Faisal Bin Abdullah H. Amodi.
Infografis Berita Kepala BPOM
Pertemuan itu berlangsung hangat setelah sebelumnya Prof. Taruna tampil sebagai keynote speaker pada Collaborative Forum on Expanding Indonesia’s Fisheries Products Export Access to Saudi Arabia yang digelar di Gedung Bhineka Tunggal Ika, BPOM RI.
Dalam forum tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada Saudi Food and Drug Authority (SFDA) dan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta atas dukungan dan kerja sama memfasilitasi ekspor produk Indonesia, khususnya komoditas perikanan.
Lintas Sektor dan Kolaborasi Nyata
Forum ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Is Hartini, serta Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama, Prof. Hilman Latief, M.A., Ph.D.
Hadir pula perwakilan lintas sektor dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, Badan Karantina Indonesia, serta para pelaku usaha Unit Pengolahan Ikan dan eksportir ke Arab Saudi.
Taruna menjelaskan, bahwa kolaborasi ini menegaskan BPOM kini memainkan peran strategis, selain di ranah regulasi, juga peran sebagai jembatan diplomasi ekonomi Indonesia.
Transformasi BPOM Menuju Indonesia Emas 2045
Dalam kesempatan itu, Taruna Ikrar menekankan pentingnya sinergi semua pihak untuk menghadirkan produk pangan Indonesia yang unggul, aman, dan kompetitif di pasar internasional.
“Transformasi BPOM bukan hanya regulasi, tetapi juga diplomasi dan kolaborasi. Mari terus bersinergi, menjadikan BPOM Bergerak FAST sebagai pilar ketahanan pangan, perlindungan masyarakat, sekaligus kontribusi nyata bagi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045,” tandasnya. (andi esse)