Kepala Badan POM RI, Prof. Taruna Ikrar, menyampaikan Opening Remarks pada 2025 Health and Life Science Summit di Shanghai, Tiongkok.
Dalam forum internasional yang dihadiri para pemimpin sains dan industri kesehatan dari berbagai negara ini, Prof. Taruna menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan lintas negara sebagai kunci membangun masa depan inovasi kesehatan global.
Dalam forum bergengsi 2025 Health and Life Science Summit di Shanghai, Minggu (9/11/2025), Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara dan penerapan konsep Academia-Business-Government (ABG) sebagai kunci kemajuan inovasi kesehatan dunia.
menitindonesia, SHANGHAI — “Collaboration is better than competition.” Kalimat itu dilontarkan dengan tenang namun penuh makna oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., saat menyampaikan Opening Remarks dalam 2025 Health and Life Science Summit di Shanghai, Tiongkok. Forum internasional ini menjadi ajang pertemuan para pemimpin sains, inovasi, dan industri kesehatan dari berbagai negara, termasuk Indonesia, yang kini kian diakui perannya dalam percaturan global.
Acara yang dibuka oleh Mr. Yang Xubo, anggota Party Leadership Group sekaligus Wakil Direktur Shanghai Hongqiao International CBD Administrative Commission, serta Mr. Jiang Bin, Wakil Presiden Eksekutif Shanghai Yangtze River Delta Commercial Innovation Research Institute, menegaskan satu pesan penting: masa depan industri kesehatan global hanya bisa dibangun lewat kolaborasi lintas batas.
Kolaborasi, Jalan Menuju Masa Depan
Dalam pidatonya, Taruna Ikrar menekankan bahwa semangat kerja sama adalah fondasi utama menghadapi tantangan kesehatan modern. “Working together is better than standing alone,” ujarnya, mengutip filosofi yang kini menjadi landasan strategis lembaganya.
Ia menjelaskan bahwa BPOM Republik Indonesia telah menjadi pionir dalam mengimplementasikan konsep ABG (Academia–Business–Government) — sebuah model kolaboratif yang menyatukan riset akademik, inovasi industri, dan kebijakan pemerintah. “Kami bekerja sama dengan lebih dari 170 universitas dan 250 industri. Inilah bentuk nyata dari sinergi yang menghasilkan kemajuan,” katanya.
Melalui pendekatan ini, kata Taruna, BPOM berupaya menjembatani ilmu pengetahuan dengan dunia usaha agar inovasi kesehatan Indonesia mampu bersaing di level internasional.
Usai menyampaikan pidato pembukaan, Prof. Taruna Ikrar melanjutkan dengan sesi wawancara bersama gabungan media internasional yang meliput China International Import Expo (CIIE) 2025 di Shanghai.
Sains, Teknologi, dan Diplomasi Inovasi
Forum ini juga diwarnai oleh pemaparan tokoh-tokoh sains terkemuka. Mr. Tan Weihong, akademisi dari Chinese Academy of Sciences, membahas pengembangan fasilitas molecular medicine untuk mendukung misi Healthy China.
Sementara dari Indonesia, Indri Rooslamiati, Direktur Pusat Riset Biomedik dan Genomik Kementerian Kesehatan RI, memaparkan bagaimana riset genomik nasional berkembang menuju kerja sama internasional melalui tema “Genome Technology-Driven Medical Innovation in Indonesia: From Local Research to International Collaboration.”
Dari Hong Kong, Albert Cheung Hoi Yu, Presiden BIOHK2026, berbagi pandangan tentang peran strategis Hong Kong sebagai simpul kolaborasi global di sektor bioteknologi dan kesehatan. Sedangkan Zhang Lianshan, Wakil Presiden Hengrui Pharmaceuticals, memberikan perspektif industri tentang strategi ekspansi global perusahaan farmasi Tiongkok.
Indonesia di Panggung Global
Kehadiran BPOM di forum tersebut telah menegaskan komitmen Indonesia terhadap inovasi kesehatan, juga BPOM memperkuat diplomasi sains (science diplomacy) di tingkat regional. Taruna Ikrar menegaskan bahwa kerja sama antarnegara, terutama di kawasan Asia Tenggara, perlu terus diperkuat untuk menciptakan sistem kesehatan yang berkelanjutan dan berdaya saing.
“Forum seperti ini bukan saja untuk berbagi ide, tetapi membangun jembatan masa depan,” ujar Taruna Ikrar dalam sesi wawancara dengan gabungan media internasional yang meliput China International Import Expo (CIIE) di Shanghai.
Refleksi dari Shanghai
Dari Shanghai, sebuah pesan penting bergema: masa depan inovasi kesehatan tidak lagi ditentukan oleh siapa yang paling kuat, tetapi oleh siapa yang paling mau bekerja sama. Dalam dunia yang saling terhubung, kolaborasi bukan lagi pilihan — melainkan keharusan.
Dan di tengah dinamika global itu, Indonesia lewat BPOM menegaskan posisinya: hadir bukan sebagai peserta, tapi mitra yang aktif dalam membangun ekosistem sains dan kesehatan dunia. (akbar endra)