Prabowo Umumkan Swasembada Pangan Tercapai, Cadangan Beras Tembus 3,2 Juta Ton

Presiden Prabowo saat berpidato di momen panen raya yang digelar di Karawang, Jawa Barat. (ist)
menitindonesia, KARAWANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengumumkan capaian swasembada pangan nasional yang berhasil diwujudkan hanya dalam kurun waktu satu tahun pemerintahan. Capaian tersebut ditandai dengan cadangan beras pemerintah mencapai 3,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
“Waktu saya dilantik jadi Presiden, saya beri target empat tahun swasembada pangan. Terima kasih saudara bekerja keras, bersatu, kompak sehingga satu tahun kita sudah swasembada. Satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri,” ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menjadi bangsa yang berdaulat dan mandiri, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan sebagai kebutuhan paling mendasar.

BACA JUGA:
Tegaskan Terbuka pada Kritik, Prabowo: Fitnah Hanya Pecah Belah Bangsa

Ia mengingatkan, Indonesia sempat berada dalam situasi rawan akibat ketergantungan impor pangan, terutama saat pandemi COVID-19, ketika pasokan beras dari luar negeri sulit diperoleh.
“Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau pangannya tergantung bangsa lain. COVID adalah peringatan bagi kita agar jangan mau tergantung, apalagi untuk pangan dan energi,” tegasnya.
Di tengah ketidakpastian global, Prabowo menilai momentum swasembada pangan ini sangat relevan karena Indonesia kini mampu memenuhi kebutuhan pokok rakyatnya sendiri.
Selain pangan, Prabowo juga optimistis Indonesia mampu mencapai kemandirian energi, mengingat besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki. Menurutnya, kunci utama swasembada terletak pada pengelolaan yang tepat serta keberpihakan kepada petani dan nelayan.
“Saya tidak habis pikir, negara dengan tanah subur tapi tergantung impor pangan. Puluhan tahun petani dan nelayan kita kurang dihormati, kurang dibela,” ucapnya.
Prabowo menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga keberlanjutan swasembada pangan, menekan harga pangan dan sarana produksi pertanian, serta memastikan hasil pembangunan benar-benar dirasakan rakyat.
“Kemenangan ini adalah kemenangan rakyat. Ini baru awal. Swasembada ini akan kita jaga dan pertahankan setiap tahun,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menekankan peran fundamental petani dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
“Yang mendukung perang kemerdekaan adalah rakyat yang memberi makan tentara, yaitu para petani. Kita tidak akan merdeka tanpa jasa petani kita,” tegasnya.
Ia menyebut para petani sebagai kelompok paling setia kepada negara dan menegaskan pemerintah akan terus melindungi serta membela kepentingan petani agar pembangunan sektor pertanian benar-benar berdampak bagi kesejahteraan rakyat.