Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat menerima ratusan mahasiswa hukum dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia yang mengikuti Asian Law Students’ Association (ALSA) National Moot Court Competition Piala Mahkamah Agung (NMCC MA) XXVI.
menitindonesia, MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menerima ratusan mahasiswa hukum dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia yang mengikuti Asian Law Students’ Association (ALSA) National Moot Court Competition Piala Mahkamah Agung (NMCC MA) XXVI di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Minggu (8/2/2026).
Kompetisi peradilan semu bergengsi tingkat nasional tersebut dinilai menjadi sarana strategis dalam mengasah kemampuan akademik, keterampilan advokasi, serta pembentukan karakter mahasiswa hukum sebagai calon praktisi hukum di masa depan.
Andi Sudirman menyambut baik penyelenggaraan NMCC MA XXVI dan menilai forum moot court memiliki peran penting sebagai ruang pembelajaran kolektif untuk memahami sistem peradilan secara utuh.
“Di Pemerintah Provinsi banyak pejabat yang berlatar belakang hukum. Semoga forum seperti ini menjadi ruang pembelajaran kolektif bagi mahasiswa hukum untuk memahami sistem peradilan, sekaligus menumbuhkan integritas dan tanggung jawab moral sejak dini,” ujar Andi Sudirman.
Ia menegaskan, Pemprov Sulsel terus memberikan dukungan terhadap ALSA dan berbagai kegiatan akademik yang berorientasi pada penguatan kualitas sumber daya manusia di bidang hukum.
Menurutnya, pembangunan hukum yang berkeadilan tidak hanya ditopang oleh kecerdasan intelektual semata, tetapi juga harus dibarengi integritas, moralitas, dan keberpihakan terhadap nilai-nilai keadilan.
“Pemprov Sulsel terus mendorong ALSA dalam melahirkan calon-calon praktisi hukum yang profesional, berkarakter, serta mampu menjaga marwah dan kehormatan hukum di masa depan,” tegasnya.
Diketahui, ALSA Local Chapter Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi tuan rumah penyelenggaraan NMCC MA XXVI. Kompetisi ini menguji kemampuan peserta dalam bidang hukum pidana, sekaligus membentuk karakter calon penegak hukum, baik sebagai hakim, jaksa, maupun advokat yang berintegritas.