Pemkot Makassar Bakal Revitalisasi Terminal Daya, Mallengkeri hingga Toddopuli

Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar mulai bergerak serius membenahi wajah transportasi publik dengan melakukan revitalisasi besar-besaran terhadap tiga terminal utama di Kota Daeng.
Lewat Perumda Terminal Makassar Metro, pembenahan dilakukan di Terminal Regional Daya (TRD), Terminal Mallengkeri, dan Terminal Toddopuli. Fokusnya tak hanya pada infrastruktur, tetapi juga penataan kawasan, penertiban aktivitas liar, hingga penguatan fungsi terminal sebagai ruang publik modern.
Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Andi Elber Maqbul Amin, mengatakan pembenahan dilakukan bertahap agar terminal tidak lagi identik dengan kesan kumuh, semrawut, dan tidak nyaman.
“Khusus Terminal Daya, kami lakukan pembenahan kawasan secara menyeluruh, mulai dari infrastruktur, operasional, sampai penguatan regulasi,” ujar Elber, Selasa (21/04).
Elber mengungkapkan, salah satu persoalan utama di Terminal Regional Daya adalah masih maraknya aktivitas naik-turun penumpang di luar area terminal. Banyak bus mengambil penumpang di pinggir jalan maupun pool perusahaan otobus (PO), sehingga fungsi terminal belum berjalan maksimal.

BACA JUGA:
DPRD Makassar Bahas Ranperda Perumda Terminal

Padahal, Terminal Daya melayani rute Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dengan aktivitas cukup tinggi.
“Setiap malam sekitar 200 kendaraan masuk dengan jumlah penumpang mencapai 1.000 sampai 2.000 orang. Tapi terminal tetap terlihat sepi karena banyak penumpang naik di luar area terminal,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut ikut mematikan aktivitas ekonomi di dalam terminal, termasuk kios dan pelaku usaha kecil.
Untuk mengatasi hal itu, Perumda Terminal telah menyiapkan lahan dan fasilitas bagi PO maupun kendaraan kecil agar seluruh aktivitas transportasi terpusat di dalam terminal.
“Kami sudah siapkan sarana dan prasarananya. Tinggal penegakan regulasi dari Dishub agar kendaraan tidak lagi ambil penumpang di luar terminal,” tegasnya.
Pembenahan juga dilakukan di Terminal Mallengkeri. Infrastruktur dasar seperti jalan berlubang dan drainase mulai diperbaiki agar kawasan terminal lebih nyaman dan bebas genangan.
“Alhamdulillah sekarang sudah ada perubahan. Jalan yang sebelumnya rusak sudah diperbaiki sehingga akses di dalam terminal lebih nyaman,” jelas Elber.
Tak hanya itu, Pemkot Makassar juga menyiapkan Terminal Mallengkeri sebagai lokasi alternatif pasar bongkar muat untuk pedagang dari kawasan Pasar Kalimbu, Jalan Veteran Utara.
Konsepnya, pedagang akan berjualan langsung dari kendaraan dengan sistem partai pada malam hari sehingga tidak mengganggu aktivitas terminal.
“Terminal tetap berjalan sebagaimana mestinya, tapi di saat yang sama kita hadirkan solusi bagi pedagang,” katanya.
Diperkirakan sekitar 100 kendaraan pedagang akan direlokasi ke kawasan terminal tersebut.
Sementara itu, perubahan paling mencolok bakal terjadi di Terminal Toddopuli. Pemkot Makassar berencana menggeser fungsi terminal menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) multifungsi.
Kawasan seluas sekitar 9.600 meter persegi itu nantinya akan dilengkapi jogging track, area parkir, hingga zona usaha berbasis tenant.
“Terminal Toddopuli akan diarahkan menjadi Ruang Terbuka Hijau. Bukan hanya untuk estetika, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk olahraga, parkir, dan ruang usaha yang tertata,” ungkap Elber.
Ia menyebut konsep pengembangan kawasan sudah disiapkan dan tinggal menunggu arahan lanjutan dari Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.
Pemkot juga membuka peluang kerja sama dengan Perumnas untuk memperluas kawasan hingga sekitar 1,6 hektare.
“Kalau lahan Perumnas bisa dikolaborasikan, maka kawasan ini akan jauh lebih optimal untuk pelayanan masyarakat,” katanya.
Elber menegaskan, pembenahan terminal menjadi bagian dari agenda besar Pemkot Makassar dalam menghadirkan sistem transportasi publik yang lebih tertib dan modern.
Menurutnya, terminal ke depan tidak lagi hanya menjadi tempat naik turun penumpang, tetapi juga ruang publik yang nyaman, aman, produktif, dan memiliki nilai estetika.
“Terminal adalah wajah kota. Karena itu harus tertata, nyaman, dan mampu memberikan pelayanan publik yang baik,” pungkasnya.