Legislator Maros Hannani Parani Terpilih Aklamasi Pimpin PJSI Maros

menitindonesia, MAROS — Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kabupaten Maros resmi memiliki nakhoda baru. Anggota DPRD Maros, Hannani Parani, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PJSI Maros periode 2025-2030 dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) yang digelar di Warkop Berkah, Rabu (17/6/2026).
Pemilihan berlangsung tanpa voting setelah seluruh pemegang hak suara sepakat mengusung Hannani sebagai calon tunggal. Muskab tersebut turut dihadiri Ketua KONI Maros, Marjan Massere.
Ketua Panitia Muskab PJSI Maros, Anwar Abdullah, mengatakan proses pemilihan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan.
“Tidak ada unjuk kekuatan maupun ambisi berlebihan. Teman-teman kemudian sepakat menentukan ketua secara aklamasi,” kata Anwar.
Dengan terpilihnya Hannani, forum musyawarah juga memberikan mandat untuk menyusun kepengurusan PJSI Maros periode 2025-2030.

BACA JUGA:
Pemkab Maros Gali Identitas Daerah Melalui Kajian Senjata Pusaka Museum

Usai dipercaya memimpin organisasi judo di Maros, Hannani menyatakan komitmennya untuk melakukan pembenahan sekaligus meningkatkan prestasi atlet di berbagai ajang kejuaraan.
Langkah pertama yang akan dilakukan adalah membangun konsolidasi dengan seluruh pelaku dan pengurus judo yang selama ini terlibat dalam pembinaan olahraga tersebut.
“Selanjutnya kita akan mengadakan pelatihan khusus untuk mencari bibit-bibit atlet yang memiliki potensi dan bakat,” ujarnya.
Politisi Gerindra itu mengakui perkembangan judo di Kabupaten Maros masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah rendahnya minat masyarakat terhadap cabang olahraga tersebut yang dipengaruhi keterbatasan sarana dan prasarana pembinaan.
Meski demikian, Hannani optimistis judo Maros dapat berkembang lebih pesat jika ditopang pembinaan yang berkelanjutan dan terstruktur.
Selain fokus mencari atlet potensial putra-putri daerah, ia juga menargetkan peningkatan prestasi pada berbagai kompetisi, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
“Kita ingin atlet-atlet judo Maros mampu bersaing dan meraih prestasi terbaik, termasuk target medali emas pada ajang-ajang yang akan datang,” katanya.
Menurut Hannani, tantangan lain yang dihadapi adalah minimnya pembinaan sejak usia dini. Selama ini, pembinaan judo masih banyak terpusat di wilayah perkotaan dan belum menjangkau seluruh daerah di Kabupaten Maros.
Ia juga menyoroti masih adanya kekhawatiran sebagian orang tua terhadap olahraga judo karena dianggap berisiko tinggi.
“Rata-rata orang tua masih takut memasukkan anaknya ke olahraga ini karena menganggap risikonya besar, seperti takut cedera atau patah leher,” ujarnya.
Karena itu, PJSI Maros akan menggencarkan edukasi kepada masyarakat bahwa judo merupakan olahraga yang aman apabila dilakukan dengan teknik yang benar dan didampingi pelatih yang kompeten.
Melalui program pembinaan dan regenerasi atlet yang akan dijalankan, Hannani berharap olahraga judo semakin dikenal dan diminati masyarakat serta mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama Kabupaten Maros di tingkat regional maupun nasional.