Kepala BPOM RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., menyampaikan arahan usai melantik 58 pejabat manajerial BPOM di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Kepala BPOM RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D. melantik 58 pejabat manajerial dan menegaskan bahwa jabatan adalah amanah untuk melayani masyarakat, menjaga integritas, serta mempercepat transformasi BPOM menuju regulator modern berbasis inovasi dan teknologi.
menitindonesia, JAKARTA — Sebanyak 58 pejabat yang dilantik terdiri atas 17 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 25 Kepala Balai dan Loka POM, serta 16 Kepala Bagian dan Subbagian Tata Usaha. Mereka diminta segera beradaptasi dengan tugas baru dan menunjukkan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan pengawasan obat dan makanan yang semakin kompleks.
Dalam arahannya, Taruna Ikrar mengingatkan bahwa sumpah jabatan bukan hanya kontrak administratif kepada negara. Lebih dari itu, sumpah merupakan komitmen moral yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan Tuhan Yang Maha Esa.
“Jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh integritas dan profesionalisme,” tegas Taruna Ikrar saat melakukan pelantikan pejabatnya di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Kompleks BPOM RI, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Bagi Taruna Ikrar, tantangan regulator kesehatan saat ini berkembang sangat cepat. Perkembangan industri farmasi, pangan, kosmetik hingga transformasi digital menuntut lahirnya pemimpin yang tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk mempercepat pelayanan publik.
Ia secara khusus meminta para pejabat menguasai Artificial Intelligence (AI) dan teknologi informasi. Menurutnya, teknologi harus menjadi alat untuk mempercepat pekerjaan sehingga pemimpin dapat lebih fokus pada analisis, inovasi, dan pengambilan keputusan strategis.
Bangun BPOM Modern yang Dipercaya Publik
Taruna Ikrar menegaskan, kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan integritas. Seluruh pejabat diminta menjunjung tinggi kode etik ASN, mengamalkan nilai-nilai BerAKHLAK, serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Ia juga meminta setiap pejabat menjadi wajah terbaik BPOM di wilayah kerjanya. Menurutnya, keberhasilan pengawasan harus diikuti dengan komunikasi publik yang baik melalui media massa maupun media sosial agar masyarakat semakin mengenal peran BPOM.
Di akhir arahannya, Taruna Ikrar mengajak seluruh pejabat menjadikan jabatan sebagai ruang pengabdian.
“Mari maksimalkan dharma bakti untuk memberi manfaat seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat Indonesia,” pesannya.