Wakil Ketua II DPRD Maros, Nurwahyuni Malik. (ist)
menitindonesia, MAROS — Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Wakil Ketua II DPRD Maros, Nurwahyuni Malik, menegaskan pentingnya perempuan masa kini untuk mandiri dan mampu bersaing di berbagai bidang.
Menurutnya, perempuan tidak lagi cukup hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga dituntut memiliki penghasilan serta kemampuan mengembangkan diri.
“Perempuan sekarang harus lebih berdaya. Harus bisa mengurus rumah tangga, tapi juga harus punya penghasilan dan mampu berkembang,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Ia menilai, kemandirian menjadi kunci agar perempuan tidak bergantung secara ekonomi, sekaligus memiliki kekuatan menghadapi persoalan dalam rumah tangga.
“Kalau tidak punya penghasilan atau pendidikan, akan sulit keluar dari masalah ketika terjadi sesuatu,” katanya.
Pandangan tersebut tidak lepas dari perjalanan hidupnya. Nurwahyuni mengaku sejak kecil telah terbiasa mandiri. Ia tumbuh di Papua dan kerap membantu orang tua berjualan di pasar, bahkan sebelum dan sepulang sekolah.
Kebiasaan itu, kata dia, membentuk karakter kerja keras yang terus terbawa hingga kini, meski telah menjabat sebagai pimpinan DPRD.
“Sejak kecil sudah terbiasa bekerja, jadi itu terbawa sampai sekarang,” tuturnya.
Di tengah kesibukannya sebagai legislator, ia mengaku tetap aktif memikirkan peluang usaha sebagai bagian dari pengembangan diri.
Baginya, bekerja bukan sekadar rutinitas, tetapi bentuk kontribusi nyata untuk menjadi pribadi yang bermanfaat.
Ia juga menilai, keterlibatan perempuan dalam dunia politik kini semakin terbuka dan mendapat ruang yang setara.
“Sekarang sudah setara, perempuan juga didengarkan,” ujarnya.
Meski demikian, Nurwahyuni menyoroti masih banyak perempuan, khususnya di wilayah pedesaan, yang belum memiliki penghasilan sendiri dan masih bergantung secara ekonomi.
Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah memperkuat program pemberdayaan perempuan, terutama melalui sektor UMKM yang banyak digeluti perempuan.
“UMKM ini mayoritas dikerjakan perempuan. Harus ada pelatihan agar mereka bisa mandiri,” jelasnya.
Ia menambahkan, perempuan yang mandiri secara ekonomi cenderung lebih percaya diri dan memiliki posisi lebih kuat dalam keluarga.
Selain itu, ia juga mendorong perempuan untuk berani terjun ke dunia politik dan mengambil peran dalam pengambilan kebijakan.
“Sekarang peluang terbuka luas, yang penting perempuan harus berani,” tegasnya.
Diketahui, sebelum terjun ke dunia politik, Nurwahyuni merupakan seorang pengusaha. Ia juga telah menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Hasanuddin dengan jurusan Manajemen Publik.
Di momentum Hari Kartini, ia berpesan agar perempuan terus meningkatkan kepercayaan diri dan tidak takut keluar dari zona nyaman.
“Mungkin tidak bekerja itu terasa nyaman, tapi akan lebih baik jika perempuan juga punya penghasilan sendiri,” pungkasnya.