Jusuf Kalla Bukan Siapa-siapa di Bank Bukopin

Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla : Bank Bukopin Bukan Punya Saya!

Kisruh Bank Bukopin yang berdampak rush oleh nasabahnya, menyeret nama mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK). Berawal dari pernyataan keliru Ketua OJK Wimboh Santoso menyebut JK sebagai pemilik Bank Bukopin.

menitindonesia.com, JAKARTA – Bekas Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla, akhirnya bersuara soal kisruh Bank Bukopin. JK menjelaskan soal kekisruhan yang terjadi. Sekaligus JK mengklarifikasi soal perannya dalam gejolak Bank Bukopin.

Berawal dari hutang Amanah Finance milik Kalla Group di Bukopin yang disinyalir sebagai kredit macet sejak Tahun 2017. Ceritanya, Amanah Finance ini hanyalah penyalur (pembiayaan) saja dari Bukopin. Amanah Finance ini hanya sebatas channeling.

Menurut penjelasan klarifikasi JK, Amanah Finance waktu itu sepakat membantu Bank Bukopin menagih ke nasabah. Sekarang, hutang Amanah yang bernilai sekitar 1 Triliun itu, lancar bayar, tiap bulan disetorkan sebesar Rp. 15 Milyar hingga 10 Tahun. “Satu sen pun hutang itu kami tak ambil. Itu hutang nasabah,” ujar JK mengklarifikasi issue yang mengaitkannya.

Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, tiba-tiba membuat pernyataan yang keliru, menyampaikan ke publik bahwa seolah-olah Bank Bukopin itu milik JK. Pernyataan Wimboh ini, memantik JK untuk mengklarifikasi hingga ke Presiden Jokowi. Bahkan JK menyarankan ke Presiden Jokowi, kalau pemerintah mau membantu kisruh Bank Bukopin bantu sesuai aturan, karena itu memang tugas pemerintah.

“Saya minta Presiden selesaikan lewat Komite Stabilitas Sistim Keuangan, mengacu ke Perpu Nomor 1 Tahun 2020 – yang menjadi UU Nomor 2 Tahun 2020. Tidak ada saya minta apa-apa. Tanpa bailout. Otomatis. Saya kan dikenal anti bailout!” ujar JK tegas.

Menurut JK yang kini aktif sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), di Indonesia ini, tinggal dua Bank yang dimiliki oleh pengusaha pribumi, yakni Bank Bukopin dan Bank Mega. “Kalau ini bermasalah, kasihan. Padahal ini hanya butuh tambahan likuiditas,” katanya.

Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), menerbitkan laporan, merealese tujuh Bank bermasalah, salah satunya Bank Bukopin pada Mei 2020. Laporan BPK ini memicu terjadinya rush money.

Kisruh Bank Bukopin semakin terpicu setelah Kookmin Bank asal Korea masuk, memaksa mengambil alih saham Bank Bukopin sebesar 51 persen. Sebelum Kokmin masuk, secara ekuitas, Bukopin sebenarnya aman-aman saja.

Nasabah Bank Bukopin Menarik Dana Besar-besaran (Rush).

Akhirnya, setelah namanya dikaitkan sebagai pemilik Bank Bukopin, JK yang semula tidak peduli dengan kisruh yang terjadi di Bank Bukopin terpaksa mengklaifikasi ke Presiden Jokowi dan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani. “Saya sampaikan persoalannya, saya bukan pemiliknya,” kata JK.

Seandainya Wimboh Santoso tidak mengait-ngaitkan nama JK dengan Bank Bukopin, ia tidak akan turun tangan, dan JK pun tidak merasa punya urusan dengan Bank Bukopin.

Bagaimana tidak, Jika tak mengklarifikasi, JK khawatir namanya tercemar dengan ucapan keliru Ketua OJK Wimboh Santoso. “Takutnya nanti orang bilang, wah Pak JK punya Bank macet. Tidak enak, Jadi saya tegur Wimboh secara tertulis 29 Mei. Kenapa tertulis, karena saya telepon, tidak nyambung. Tidak benar saya punya Bank Bukopin itu!” ujar mantan Wapres di era Periode Pertama SBY dan Jokowi ini. (andiesse)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini