Survei SSI: Chaidir-Tina Unggul, Berpeluang Head To Head dengan Tajrimin Di Pilkada Maros

Foto Ilustrasi (dok/Internet)

Pilkada Maros Potensi head to head – Nampaknya, yang serius mau berlaga di Pilkada Maros 2020, baru pasangan Chaidir Syam-Suhartina Bohari dan Tajrimin-Havid S Pasha. Bakal calon yang lainnya belum mencukupkan koalisi partai untuk memenuhi syarat minimal 7 kursi di DPRD Maros.

menitindonesia.com, MAROS – Rekaman hasil survei SSI (Scrip Survei Indonesia) pasangan H.A.S Chaidir Syam – Hj. Suhartina Bohari melejit hingga mencapai angka 43,90 persen tingkat keterpilihan dengan simulasi empat pasangan calon. Chaidir – Tina telah resmi diusung PAN, PPP dan PBB dengan total mengontrol  9 kursi di DPRD Maros.

Potensi keterpilihan pasangan yang memakai tagline “Hati Kita” itu, disusul oleh Harmil Mattotorang – Andi Ilham Nadjamuddin dengan capaian elektabilitas 25,85 persen. Harmil diusung oleh Partai Nasdem yang mengontrol lima kursi di DPRD. Rencananya, PKS juga akan mengusungnya dengan 2 kursi parlemen. Tanpa PKS, Harmil – Ilham akan kandas. Syarat koalisi untuk mendaftar minimal mendapatkan 7 kursi parlemen.

Posisi ketiga berdasarkan potret survei SSI ditempati pasangan Tajrimin – Havid S Pasha dengan capaian keterpilihan 15,73 persen. Pasangan yang memakai tagline Tahfids ini, telah resmi diusung oleh Partai Golkar (7 kursi) dan PKB (4 kursi), jadi total mengontrol 11 kursi DPRD.

Data Survei SSI

Pasangan Muhammad Nur – Muhammad Ilyas Cika, yang akan maju lewat jalur independen terekam dalam survei SSI hanya 0,98 persen.  Undecideid voters (mengambang) tersisah 13,54 persen.

Dari riset SSI tersebut, jika pertarungan dilakukan oleh empat pasangan calon, maka diprediksi, pasangan Chaidir Syam – Hj Suhartina enteng memenangkan kontestasi Pilkada Maros 2020. Jika hanya dua pasang, maka hasil akhirnya bisa berbalik.

Setelah KPU memastikan Pilkada serentak digelar 9 Desember 2020, pasangan calon sudah mengerucut. Baru “Hati Kita Keren” dan “Tahfids” yang telah memenuhi syarat partai pengusung. Sedangkan Partai Gerindra (4 Kursi), Hanura (4 Kursi), Demokrat (1 Kursi) hingga saat ini belum jelas siapa yang akan diusung.

Semula formasi pasangan Amirullah Nur Saenong – Nurhasan, yang digadang-gadang bakal diusung koalisi Gerindra, Hanura dan Demokrat. Namun, koalisi ini buyar setelah Nurhasan menyatakan tidak ikut kontestasi di Pilkada Maros 2020. Nurhasan bergabung menjadi tim sukses Tahfids.

Pasangan Harmil – Andi Ilham saat ini juga sedang keteteran mencukupkan koalisi. Namun terkonfirmasi, upaya Harmil mendapatkan dukungan partai koalisi untuk mencukupkan syarat kolisinya minimal 30 persen kursi parlemen, terkesan tidak greget. Malah, PKS terdengar kabar bakal hengkang dan belum memberikan dukungan rekomendasi B1 KWK kepada Harmil Mattotorang.

Meski mengantongi dukungan Golkar dan PKB, Tajrimin dan Havid Pasha, mengincar partai-partai politik – termasuk PKS – untuk menjadi pengusungnya.

Tajerimin menyebut akan mengambil PKS yang sebelumnya dikabarkan berada di kubu Harmil Matotorang dan Ilham Nadjamuddin.

“Insya Allah yang sudah pasti itu, Golkar dan PKB, rekomendasinya sudah ada. Yang lainnya, Demokrat sudah menyampaikan juga ke kita. (PKS) Inysa Allah kita bismillah saja. Gerindra itu juga bersama dengan kita,” katanya.

Terkait survey elektabilitas di posisi ketiga, Tajerimin mengakui jika trendnya sangat positif dan terus mengalami kenaikan signifikan selama beberapa bulan terakhir. Ia pun telah menggandeng konsultan politik dari Surabaya untuk mendampinginya. Sayangnya, dia tidak menyebutkan nama konsultannya.

Ketua Tim Keluarga Tahfids, Nurhasan, mengatakan, trend pasangan Tahfids saat ini mengalami trend kenaikan yang signifikan. Nurhasan yakin Tajrimin bisa memenangkan Pilkada Maros nanti, apalagi jika Pilkada Maros terjadi head to head, maka dia yakin Tajrimin yang akan menang. (aliamin)



TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini