Bau Sampah Menyengat Sepanjang Jalan Poros Kariango, DLH Maros Masa Bodoh

Sepanjang Jalan Poros Kariango, Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, sampah-sampah rumah tangga berserakan di sepanjang bahu jalan dan sudah mengganggu pengguna jalan,. (Foto: indra_menit)
Jalanan jorok – Sampah di Jalan Poros Kariango, dibiarkan menumpuk di bahu jalan. Baunya menyengat hidung dan sampahnya sudah mencemari sungai.  “Sudah dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tapi tidak ditanggapi,” kata Febri Wahyu.
menitindonesia, MAROS – Tumpukan sampah sejak selesai Pilkada Maros digelar, tak pernah lagi terangkut. Sampah rumahan yang menumpuk di bahu jalan poros Kariango, Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros dibiarkan menumpuk di bahu jalan.
Selain sudah mengganggu pengguna jalan, juga menimbulkan bau busuk yang menyengat. Pemandangan jorok itu masih terlihat sepanjang jalan hingga Jumat (12/2/2021).
Sampah-sampah ini, di buang oleh warga di sekitar karena tak tersedia bak sampah kontainer dari Pemkab. Salah satu warga yang tak mau disebutkan namanya, mengatakan mereka terpaksa membuang sampah di pinggir jalan karena tidak tersedia boks sampah.
Warga menyesalkan, sebab Pemkab Maros sudah pernah mengadakan boks sampah untuk setiap desa, lingkungan dan pemukiman yang padat, namun, realisasinya hingga saat ini, belum tersedia di Desa Tenrigangkae.
Sehingga, kata warga tersebut, tumpukan limbah sampah di pinggir jalan tidak bisa lagi dihindari dan mengakibatkan gangguan terhadap pengguna jalan serta mengganggu pemandangan karena terlihat sangat jorok.
Bahkan, lanjutnya, sampah tersebut sudah berbulan-bulan dibiarkan, meskipun pihak dari DLH Maros sering lalu lalang di jalan poros tersebut.
Sampah-sampah yang berhamburan di bahu jalan itu, sekarang sudah sampai di jembatan desa dan mencemari sungai yang ada di sekitarnya. Air sungai yang dulunya jernih, berubah menjadi kotor dan berbau.
Salah seorang warga yang sering melalui jalan tersebut, Firdaus, mengatakan tumpukan sampah tersebut sudah lama menghiasi jalan poros sepanjang Kampung Bugis, Desa Tenrigangkae.
“Banyak juga dibawah jembatan dan mencemari sungai, ini sudah meresahkan karena setiap hari volume sampahnya bertambah dan tidak ada yang angkut, baunya juga sudah menusuk hidung, bahkan sudah pernah ada orang jatuh gegara sampah digeser anjing ke tengah jalan”. kata Firdaus.
Dia mengesalkan, truk angkutan sampah milik Pemkab Maros yang setiap hari lalu lalang tidak pernah mau mampir mengangkut sampah-sampah tersebut, padahal jaraknya dekat dengan lokasi TPA. Warga juga sudah beberapa kali melaporkan ke DLH, tapi laporan tersebut tidak pernah ditanggapi.
Firdaus berharap, agar pemerintah desa setempat bisa menginisiasi warga untuk mengatasi persoalan limbah sampah rumah tangga yang telah mencemari lingkungan ini.
Sementara itu Kepala Desa Tenrigangkae, Febri Wahyu yang dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan sudah berulang kali melarang warga untuk membuang sampah dengan memasang papan bicara, namun spanduk yang dipasang malah dirusak oleh oknum.
“Kami sudah melarang dengan memasang papan bicara berulang kali, bahkan kemarin kami pasang spanduk keesokan harinya, ada lagi oknum yang buka papan himbauan yang kami buat,” ujar Wahyu.
Namun, dia berharap agar Kepala Dinas Linghkungan Hidup Maros tidak tutup mata terhadap persoalan sampah liar di sepanjang jalan poros Des Tenrigangkae. Wahyu meminta, agar DLH segera menyiapkan boks sampah di setiap pemukiman p[adat di desanya.
“Kan DLH selalu mengadakan boks sampah, tolong supaya ditempatkan di desa kami juga,” ujarnya.
Dia berharap, pihak DLH tidak mengabaikan permintaannya, sebab selama ini pemerintah setempat sering berdebat dengan warga hanya karena persoalan sampah rumah tangga yang dibuang di pinggir jalan. .
Saat dikonfirmasi di DLH Maros, tak ada pegawai yang mau berkomentar. Salah satu pegawai yang ditanya, tak mau menjawab dan lagi asyik bermain game di HPnya. Saat diminta untuk bertemu Kepala Dinas, juga dia tak ada di kantornya, dan tak ada yang mengetahui ke mana perginya. (indra sadly pratama)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini